PSS Sleman Kembali ke Super League, Harda Targetkan Prestasi
Bupati Sleman Harda Kiswaya optimistis PSS Sleman mampu bersaing di Super League 2026/2027 setelah menang 1-0 atas Kendal Tornado FC.
Komisi D DPRD Bantul melakukan sidak ke lokasi bangunan baru Puskesmas Banguntapan III pada Senin (6/9/2021)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL—Komisi D DPRD Bantul menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan Puskesmas Banguntapan III, Senin (6/9/2021). Dari hasil peninjauan, dibutuhkan alokasi anggaran untuk mengoptimalkan instrumen pendukung di dalam puskesmas.
Ketua Komisi D DPRD Bantul, Enggar Suryo Jatmiko mengatakan pembangunan Puskesmas Banguntapan III dinilai tepat, mengingat kepadatan penduduk di Banguntapan yang tinggi. "Kami melihat [bangunan lama] sudah tidak representatif lagi untuk digunakan melayani masyarakat," kata pria yang akrab disapa Miko ini.
Gedung baru Puskesmas Bangunatapan III dibangun di tanah kas desa. Dari luasan 5.000 meter persegi, baru sekitar 3.000 meter persegi yang dimanfaatkan untuk bangunan puskesmas. Secara sekilas bangunan baru memiliki luas empat kali lipat dibanding bangunan lama. Menurut Miko, perluasan bangunan puskesmas dapat memberikan pelayanan rawat jalan yang optimal, terlebih dalam sutuasi pandemi Covid-19 dibutuhkan ruang yang lebih luas untuk beragam partisi maupun menjaga jarak. "Dengan bangunan yang lebih luas, saya kira pelayanan kepada masyarakat akan lebih optimal, termasuk untuk mengantisipasi persebaran Covid-19," katanya.
Komisi D, menurut Miko, bakal mendorong pembangunan Puskesmas yang lebih optimal melalui skema penganggaran. Hal itu merujuk kelengkapan sarana alat kesehatan dan berbagai peralatan yang harus dioptimalkan. "Saat ini masih kurang optimal, termasuk untuk instrumen di dalamnya. Sesuai anjuran Kemnterian Kesehatan, anggaran untuk pembangunan gedung puskesmas ini sekitar Rp7 hingga Rp8 miliar, dan saat ini baru Rp4,4 miliar untuk bangunannya saja," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Bantul, Sapta Adisuka Mulyatno mengatakan letak dan kondisi bangunan lama Puskesmas Banguntapan III tidak representatif. Keberadaan bangunan baru sangat dibutuhkan, mengingat jumlah penduduk di Banguntapan cukup banyak. "Pembangunan Puskesmas Banguntapan III ini nantinya apakah akan dibarengi dengan penambahan personel, nanti akan kami lihat lebih lanjut," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman Harda Kiswaya optimistis PSS Sleman mampu bersaing di Super League 2026/2027 setelah menang 1-0 atas Kendal Tornado FC.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.