JFR 2026 Ditutup dengan Laras Urban, Koleksi Batik dan Aksi Unik di Catwalk
Jogja Fashion Rendezvous 2026 menghadirkan koleksi batik tradisional, gaya urban modern, dan peragaan busana unik dalam sesi penutup.
Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Profesor Fathul Wahid melantik mahasiswa baru, Rabu (8/9/2021). /youtube.
Harianjogja.com, JOGJA--Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Profesor Fathul Wahid mengingatkan kepada mahasiswa baru (Maba) di kampusnya agar tidak melakukan perundungan atau bullying. Fathul juga berpesan agar mahasiswa mencari banyak referensi melalui berbagai sumber, salah satunya dengan jalan-jalan. Hal itu disampaikan dalam Kuliah Perdana Mahasiswa Baru Universitas Islam Indonesia (D3 & S1) Tahun Akademik 2021/2022 secara daring, Rabu (8/9/2021).
Fathul menyampaikan pesan itu dalam rangkaian sambutan tentang masa depan mahasiswa ke depan harus meninggalkan jejak yang baik, termasuk jejak digital. Selain itu meminta maba tidak melakukan perundungan karena berdampak pada trauma para korbannya.
“Mulai hari ini, jadilah manusia baru yang lebih baik. Tinggalkan jejak, termasuk jejak digital, yang baik. Jika dulu, saudara [maba] menikmati merundung orang lain, mulai hari ini jadikan itu masa lalu. Rundungan saudara bisa jadi masih menyisakan trauma dan siksa bagi korban,” ucapnya.
Ia menambahkan, memberikan jejak digital yang baik sangat bermanfaat ke depannya. Jika saat memiliki masa lampu dengan jejak digital yang kurang baik, maka di kemudian hari ke depan bisa ditelusuri dan diungkap kembali oleh orang lain.
“Jika di masa lampau, Saudara menjadi penyebar berita bohong dan penyuka ungkapan kebencian, mulai hari ini, akhiri. Jika Saudara merasa perlu, hapus jejak suram tersebut ketika masih terlacak. Mengapa ini penting? Bisa jadi kawan atau bos masa depan saudara akan menelusur jejak digital masa lampau kalian,” ujar Fathul Wahid.
Ia menambahkan maba harus mulai mendesain masa depan mulai dari kemampuan untuk sekedar beritikad baik dan bermanfaat bagi sesama manusia. Masa depan tidak memberikan tempat untuk pihak yang tidak bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Karena saat ini yang paling dibutuhkan adalah orang dengan karakter pembelajar cepat, mampu menghubungkan antartitik hingga antarkonsep.
“Untuk memperkaya referensi desain, perbanyaklah membaca, diskusi, dan jalan-jalan. Di masa pandemi seperti ini, di dalamnya, termasuk jalan-jalan virtual,” katanya.
Direktur Layanan Akademik UII Tatang Shabur Julianto menyatakan UII menerima 4.950 maba program Diploma (D3) dan Sarjana (S1) dari 21.207 total pendaftar. Mereka telah dinyatakan lulus dari beragam pola seleksi yang ditawarkan. Di tahun ini, sebaran mahasiswa berasal dari 34 provinsi di Indonesia dan 14 negara lain. Sebanyak 50 mahasiswa asing yang diterima di antaranya berasal dari Jerman, Pakistan, Uganda, Yaman, Afganistan, Moroko, Palestina, Thailand, Sudan dan Algeria.
“Aktivitas maba diawali dengan kegiatan kuliah perdana secara daring luring terbatas. Untuk luring hanya dihadiri oleh pimpinan UII di tingkat universitas dan fakultas, serta dua orang perwakilan mahasiswa baru didampingi orang tua. Sementara mahasiswa baru lainnya menyimak secara daring di kanal Zoom dan channel YouTube Universitas Islam Indonesia,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja Fashion Rendezvous 2026 menghadirkan koleksi batik tradisional, gaya urban modern, dan peragaan busana unik dalam sesi penutup.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 14 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Stasiun Palur pada Rabu 14 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Bulog akan meluncurkan BerasKita pada 20 Oktober 2026. Beras SPHP berganti nama menjadi BerasKita Medium, sedangkan beras premium menjadi BerasKita Premium.
BMKG menyatakan tujuh kabupaten di Jawa Tengah masih berstatus awas kekeringan pada 11-20 Oktober 2026 di tengah mundurnya awal musim hujan.
DP3 Sleman meminta petani menyesuaikan komoditas dan varietas tanaman dengan ketersediaan air untuk mengantisipasi kemarau panjang hingga Oktober 2026.