Kemarau Panjang, Harga Cabai Rawit di Sleman Tembus Rp70.000
Harga cabai rawit di sejumlah pasar rakyat Sleman tembus Rp70.000 per kilogram akibat pasokan berkurang selama kemarau panjang.
Pengrajin geplak menunjukkan produk olahannya pada Kamis (9/9/2021). /Harian Jogja-Catur Dwi Janati.
Harianjogja.com, KRETEK - Penjualan jajanan oleh-oleh khas Jogja ikut lesu akibat penutupan destinasi wisata. Perajin makanan jenis geplak sebagai oleh-oleh khas Jogja mengeluhkan penurunan penjualan karena sepinya wisatawan.
Di sentra geplak Galan, Tirtosari, Kretek, Bantul sejumlah pengrajin terpaksa mengurangi jumlah produksi selama pandemi. Salah satu pengrajin geplak, Warjo mengaku produksi geplak rumahan miliknya turun hampir 50 persen selama pandemi. "Dulu kalau sekali produksi habis 250 buah kelapa, sekarang cuma 150 buah kelapa," ujarnya pada Kamis (9/9/2021).
Dari 150 buah kelapa, Warjo dapat memproduksi geplak sebanyak 800 kemasan ukuran normal. Kemasan geplak siap jual, selanjutnya akan dititipkan ke sejumlah pasar dan pusat oleh-oleh. "Nanti dititipkan ke pedagang Pasar Imogiri, Pasar Kotagede, toko-toko oleh-oleh di Banguntapan," ungkapnya.
BACA JUGA : Nasib Bakpia di Tengah Corona, dari Oleh-oleh Kini
Namun sepinya wisatawan yang mampir ke Jogja secara drastis juga berpengaruh kepada penjualan geplak. Banyak geplak yang dititipkan tak laku dan para pedagang mengurangi jumlah pesanan geplak. "Kalau toko besar biasanya minta 200 kemasan, nanti yang menunggu toko bilang lagi sepi, minta dikurangi, ya nitipnya jadi 150 kemasan. Nanti yang 50 kemasan kita titipkan ke pedagang yang lain," paparnya.
"Misal sekali berangkat bawa 800 kemasan, nanti seminggu kemudian yang balik 300 kemasan ya ada. Kalau enggak corona, yang balik sedikit, bawa segitu kadang kurang-kurang," tuturnya.
Selama pandemi omzet usaha geplak milik Warjo mengalami penurunan. Hasil penjualan selama pandemi hanya menyisakan untung sedikit, jauh dari kondisi saat normal. "Ya kurang lebih sisa sedikit lah dari uang modal," ungkapnya.
BACA JUGA : Manisnya Geplak ala Kulonprogo
Kini Warjo paling-paling memproduksi geplak sepekan sekali, padahal saat normal terlebih musim liburan, perputaran geplak sangat cepat. Bahkan dalam sepekan Warjo kudu memproduksi geplak dua kali.
Penrajin geplak lainnya, Nijah juga mengaku beberapa geplak titipannya banyak yang kembali selama pandemi. Nijah tetap mempertahankan jumlah produksi 125 buah kelapa per hari atau setara 500 kemasan geplak.
Geplak produksi Nijah dititipkan ke sejumlah pedagang di kawasan Gamping. "Sekali berangjat 600 semua ditipkan, cuma tetap bawa balik. Kalu sudah sepekan minta balik, ganti geplak yang baru," ujarnya
Kepala Padukuhan Galan, Arif Rudianto menceritakan sudah sejak lama masyarakat Galan berkecimpung dalam produksi geplak. Menurut Arif setidaknya produksi geplak di Galan sudah ada sejak tahun 1950. Kini pembuatan geplak turun menurun ke ahli waris. "Kalau sentra geplak ini sudah turun temurun. Dari tahun 1950, terus turun ke anak-anaknya. Dari satu, sekarang ada empat rumah yang memproduksi geplak," katanya.
"Geplak itu kan makanan khas dari Bantul lah itu. Sayang kalau ditinggalkan, soalnya turun temurun. Terus pemasarannya juga gampang, ramai kalau tidak pandemi," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga cabai rawit di sejumlah pasar rakyat Sleman tembus Rp70.000 per kilogram akibat pasokan berkurang selama kemarau panjang.
Tiga dari empat wakil Indonesia di nomor tunggal badminton Asian Games 2026 lolos ke 16 besar. Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan Putri KW menang.
Daftar HP Huawei yang mendapat HarmonyOS 7 pada 2026. Ada Mate 80, Mate 70, Pura 90, Nova 16 hingga Mate X7. Cek jadwal dan fitur barunya.
John Herdman mengungkap tekanan yang dirasakannya menjelang Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026. Simak komentar dan persiapan Garuda.
Pemkab Bantul memberi perhatian khusus pada enam kalurahan menjelang Pilur 4 Oktober 2026 karena memiliki potensi kerawanan.
Lebih dari 45.000 siswa Jerman berunjuk rasa di 100 kota memprotes pemeriksaan kesehatan dan kebijakan wajib militer baru.