Satpam SPPG Kecandran Salatiga Ditemukan Meninggal Saat Pergantian Jaga
Satpam SPPG Kecandran Salatiga ditemukan meninggal di ruang jaga saat pergantian tugas. Polisi menduga korban meninggal karena sakit.
Ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, JOGJA--Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti menyatakan ketersediaan vaksin COVID-19 di Kota Yogyakarta saat ini mencapai sebanyak 114.000 dosis yang diharapkan dapat mendukung percepatan penuntasan vaksinasi pada pertengahan Oktober, terutama untuk warga setempat.
“Masih ada sekitar 125.000 warga Kota Yogyakarta yang belum divaksin. Dan sudah ada arahan dari pusat untuk segera menuntaskan vaksinasi terlebih stok yang ada cukup banyak,” katanya di Jogja, Jumat (10/9/2021).
BACA JUGA: Ini Kronologi Perseteruan ICW vs Moeldoko hingga Berujung Pelaporan ke Bareskrim Polri
Menurut dia, stok vaksin yang cukup banyak tersebut sudah memperhitungkan kebutuhan untuk penyuntikan vaksinasi dosis kedua.
“Namun, arahan dari pusat meminta agar tidak perlu menyiapkan stok cadangan untuk dosis kedua. Pemerintah pusat menjamin, kebutuhan untuk vaksin kedua akan selalu terpenuhi jika ada permintaan,” katanya.
Oleh karenanya, Haryadi pun menyebut arahan tersebut justru menguntungkan rencana Pemerintah Kota Yogyakarta untuk menuntaskan vaksinasi bagi seluruh warga Kota Yogyakarta yang wajib vaksin atau berusia 12 tahun ke atas.
Berdasarkan data, jumlah warga Kota Yogyakarta berusia 12 tahun ke atas mencapai sekitar 340.000 dan 62 persen di antaranya sudah menerima vaksinasi.
Namun demikian, ia menyebut tidak semua dosis vaksin yang tersedia saat ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi bagi masyarakat umum.
“Sebanyak 35.000 dosis di antaranya adalah vaksin Moderna yang hanya dikhususkan untuk tenaga kesehatan saja,” katanya.
Sedangkan upaya percepatan vaksinasi, lanjut Haryadi, akan dilakukan dengan menggelar vaksinasi langsung ke wilayah sehingga akan lebih mendekatkan dan memudahkan akses masyarakat memperoleh vaksin.
Selain fokus menuntaskan vaksinasi untuk warga Kota Yogyakarta, kata dia, pemerintah daerah setempat juga memberikan layanan vaksinasi untuk semua warga yang berdomisili di Kota Yogyakarta.
Layanan vaksinasi untuk masyarakat dengan KTP nasional, kata Haryadi Suyuti, bisa diakses melalui sentra-sentra vaksinasi di Kota Yogyakarta.
Sementara itu, terkait pemanfaatan vaksin Moderna, Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan hal senada bahwa vaksin Moderna hanya disuntikkan bagi tenaga kesehatan.
“Penyuntikan vaksin untuk booster tersebut dilakukan bertahap. Misalnya sepertiga dari total tenaga kesehatan di tiap puskesmas divaksin terlebih dulu baru menyusul sisanya,” katanya.
Pengaturan jadwal pemberian vaksin booster tersebut ditujukan sebagai antisipasi munculnya kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) agar masih ada tenaga kesehatan yang dapat bertugas memberikan pelayanan ke masyarakat, demikian Heroe Poerwadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Satpam SPPG Kecandran Salatiga ditemukan meninggal di ruang jaga saat pergantian tugas. Polisi menduga korban meninggal karena sakit.
SAR menemukan satu korban banjir bandang Solok dalam kondisi meninggal. Dua orang dilaporkan hilang dan pencarian terus dilanjutkan.
Dony Oskaria menegaskan manajer KDKMP bukan pegawai BUMN meski ditugaskan 2 tahun di bawah Agrinas Pangan dengan biaya pemerintah.
Bappenas mendorong penanganan karhutla bergeser dari respons ke pencegahan. BNPB telah mengerahkan 43.700 personel dan 55 armada udara.
Real Madrid membalas kritik Javier Tebas dan menyinggung prinsip netralitas. Simak awal perselisihan Tebas dan Los Blancos serta sejarah Madrid.
KAI Daop 6 Jogja membangun jalan baru 394 meter di Stasiun Lempuyangan. Sebanyak 13 rumah perusahaan ditertibkan untuk penataan kawasan.