Ribuan Pohon Ditanam di Kawasan Rawan Longsor Lereng Jono
Sebanyak 3.000 pohon ditanam di lereng rawan longsor di Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Senin (18/5).
-
Harianjogja.com, JOGJA—Komitmen Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti, dalam upaya meningkatkan minat baca masyarakat melalui Kampung Baca dianugerahkan Penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka Tahun 2021 Kategori Pejabat Publik oleh Perpustakaan Nasional.
Penghargaan ini diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia pada acara Gemilang Perpustakaan Nasional yang dilaksanakan secara virtual pada tanggal 14 September 2021.
Penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka diberikan sebagai apresiasi tertinggi Pemerintah melalui Perpustakaan Nasional Republik Indonesia terhadap pejabat publik, tokoh masyarakat, jurnalis, media massa, dan lifetime achievement.
Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti dianggap telah berjasa, berperan aktif, berkontribusi dan berhasil dalam upaya mengembangkan dan mendayagunakan perpustakaan sebagai wahana belajar mandiri, serta berhasil melakukan gerakan pembudayaan kegemaran membaca di wilayahnya.
Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti sadar betul, untuk meningkatkan harkat dan martabat masyarakat, faktor pendidikan menjadi hal utama. Karena itu di samping memberikan fasilitasi prima keberadaan lembaga pendidikan berstandar di Kota Yogyakarta, maka sumber belajar juga harus hadir serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat pembelajar.
Perpustakaan sebagai salah satu pilar utama pendidikan harus benar-benar mendapat perhatian secara seksama. Hadirnya perpustakaan harus benar-benar dapat diakses secara mudah oleh masyarakat, begitu pula dengan ketersediaan buku bacaan, jaringan internet, maupun area baca perpustakaan sebagai wahana belajar harus tersedia di segenap titik aktivitas masyarakat.
Pada Tahun 2016 Wali Kota Yogyakarta mengeluarkan kebijakan pengembangan layanan perpustakaan keliling berbasis kewilayahan dengan menyediakan armada keliling, baik mobil keliling maupun motor keliling, hal ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan akses sumber belajar.
Pengembangan layanan perpustakaan keliling berbasis kewilayahan ini diharapkan mampu menjangkau ke kawasan yang ada diwilayah Kota Yogyakarta. Semua itu dimaksudkan agar proses pencerdasan kehidupan bangsa dapat lebih dipercepat, mulai dari menumbuhkan kebiasaan membaca masyarakat dan menyadarkan masyarakat bahwa kehadiran perpustakaan umum dan berbagai jenis perpustakaan dapat dijadikan sumber informasi, inspirasi, sarana pendidikan dan rekreasi.
Kampung Baca
Dalam rangka memenuhi kebutuhan membaca masyarakat Kota Yogyakarta, Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mencetuskan adanya Kampung Baca di semua kampung di wilayah Kota Yogyakarta.
Pada tahun 2020 Wali Kota Yogyakarta membentuk 7 Kampung Baca dan pada tahun 2021 membentuk 14 Kampung Baca, hingga saat ini sudah terbentuk terbentuk 21 Kampung Baca, kedepan diharapkan, semua kampung diwilayah kota yogyakarta sudah terbentuk apa yang disebut Kampung Baca.
Dengan adanya Kampung Baca di wilaya, membuat masyarakat dapat mengakses bahan bacaan dan bisa mempraktikan apa yang di bacanya. Hal ini dapat dilihat dari program yang di berikan salah satunya adalah literasi terapan/ inklusi social sebagai program keunggualan di Kampung Baca. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 3.000 pohon ditanam di lereng rawan longsor di Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Senin (18/5).
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.