Ledakan Tambang Batu Bara di China Tewaskan 82 Pekerja
Ledakan tambang batu bara di Shanxi, China, menewaskan 82 pekerja. Operasi penyelamatan masih berlangsung hingga Sabtu.
Santri Ponpes Al Lukmaniyah, Umbulharjo, Kota Jogja mengikuti vaksinasi, Kamis (16/9/2021). /Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA--Sebanyak 70 persen santri di wilayah DIY telah divaksinasi. Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) DIY berkomitmen untuk terus menyisir santri dan pelajar di DIY yang belum divaksinasi. Pelaksanaan vaksinasi menyasar santri dilakukan di Ponpes Al Lukmaniyah Pandeyan, Umbulharjo, Kota Jogja, Kamis (16/9/2021).
Kabag Ops Binda DIY Wahyu MW menjelaskan pelaksanaan vaksinasi di Ponpes Al Lukmaniyah Kota Jogja diikuti sebanyak 500 santri serta masyarakat sekitar. Saat ini vaksinasi sebenarnya sudah cukup tinggi capaiannya namun penyisiran terus dilakukan untuk memastikan semua warga di DIY telah mendapatkan vaksin.
"Untuk di pesantren menyasar santri yang belum divaksin kami bekerja sama dengan Kemenag DIY, Baznas serta kabupaten dan kota," kayanya Kamis (16/9/2021).
Baca juga: Sertifikat Vaksin untuk Masuk Mall Lebih Efektif Jika Diiringi Disiplin Prokes
Ia menambahkan selain di lingkungan pesantren, wilayah pinggiran juga disasar melalui vaksinasi door to door, seperti kawasan TPST Piyungan, Bantul serta para penyandang disabilitas di Gunungkidul, pedagang kecil hingga pengemudi becak dan lansia. Vaksinasi ini dilakukan dengan mendatangi langsung ke tempat tinggalnya maupun ke lokasi tempat bekerja.
"Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, kami mencoba untuk turun langsung bertemu dengan masyarakat untuk divaksin. Mari kita sama-sama agar segera mencapai herd immunity," katanya.
Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kemenag DIY Buchori Muslim berharap instansi seperti Binda DIY bisa terus membantu vaksinasi di lingkungan pesantren. Mengingat dari total 44.000 santri di DIY, saat ini masih ada sekitar 25% yang belum divaksin. Upaya percepatan agar mencapai 100% terus dilakukan, namun harus mempertimbangkan berbagai hal mulai dari ketersediaan vaksin hingga petugas vaksinasi dari Baznas maupun tenaga kesehatan lainnya.
Baca juga: Dinas Pariwisata Gunungkidul Sosialisasikan Pembukaan Objek Wisata
"Santri yang sudah divaksin 75 persen, harapan semua bisa segera tervaksin baik santri maupun kiyai, pengasuh. Termasuk dukungan dari BIN, Baznas ini kita bisa melakukan vaksinasi," ujarnya.
Buchori Muslim memastikan tidak ada santri maupun kiyai di DIY yang menolak divaksin. Bahkan tersisa 25% tersebut saat ini sedang menunggu dan ingin segera cepat untuk divaksin. "Kami tidak bisa menarget kapan terselesaikan, tetapi harapan kami secepatnya, karena proses vaksinasi ini kan butuh kesiapan dari sisi stok hingga nakes," ucapnya.
Wakil Wali Kota Jogja yang hadir dalam vaksinasi tersebut menyatakan siapa pun yang beraktivitas di Kota Jogja termasuk santri menjadi sasaran vaksinasi. Menurutnya vaksinasi di Kota Jogja telah melebihi target sasaran, karena banyak warga luar Jogja yang ikut vaksinasi di Kota Jogja.
"Karena kita tidak ingin lagi kasus meningkat, kita tidak ingin ada horor seperti bulan Juli lalu," katanya. (Sunartono)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ledakan tambang batu bara di Shanxi, China, menewaskan 82 pekerja. Operasi penyelamatan masih berlangsung hingga Sabtu.
Jadwal KRL Solo–Jogja 25 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu. Tarif Rp8.000, keberangkatan padat dari pagi hingga malam.
Timnas Iran memindahkan markas ke Meksiko jelang Piala Dunia 2026 demi mengatasi masalah visa dan keamanan.
Kepuasan pelanggan KAI Daop 6 Jogja terus meningkat hingga 4,55 pada 2025. Layanan makin nyaman, aman, dan ramah lingkungan.
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 25 Mei 2026 lengkap. Tarif Rp8.000, berangkat hampir tiap jam, solusi cepat anti macet.