Peridot Klaten Kembali ke Akar Kopi Setelah Hampir 12 Tahun Berjalan
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Suasana objek wisata Tebing Breksi saat libur Imlek pada Minggu (14/2/2021). /Harian Jogja-Hafit Yudi Suprobo\r\n\r\n
Harianjogja.com, SLEMAN- Sejumlah wisatawan Tebing Breksi tidak dapat memasuki lokasi wisata tersebut pada awal masa uji coba, Kamis (16/9/2021). Selain ada yang belum divaksin dan tidak memiliki aplikasi PeduliLindungi, wisatawan yang diputar balik karena membawa anak dibawa usia 12 tahun.
Dari pantauan Harianjogja.com, sejumlah kendaraan wisatawan dari luar daerah terpaksa diputar balik oleh petugas. Hal ini terjadi setelah petugas mendapati wisatawan, dinilai tidak memenuhi persyaratan untuk memasuki lokasi wisata tersebut.
Salah seorang wisatawan yang datang ke Tebing Breksi, Wiharto, warga Sukoharjo, Jawa Tengah terpaksa putar balik setelah pemeriksaan oleh petugas jaga. Ia membawa keluarganya menggunakan kendaraan roda empat.
"Iya tadi (kemarin) diminta download aplikasi PeduliLindungi. Karena saya juga bawa orangtua (lansia) belum punya aplikasi, ya terpaksa lain kali kami siapkan. Kami rencanakan kunjungan lain kali," katanya, Kamis (16/9/2021).
BACA JUGA: Update 16 September: Covid-19 DIY Bertambah 111 Kasus, Positivity Rate Naik Lagi
Menurutnya, ketentuan selama ujicoba di destinasi wisata dengan aplikasi PeduliLindungi sudah dijalankan dengan baik. "Iya dijalankan dan itu tidak masalah. Artinya di sini memang benar diberlakukan sesuai ketentuan. Itu bagus," katanya.
Hal senada disampaikan oleh Muhammad Adim, wisatawan lainnya dari Jogja. Adim datang menggunakan beberapa sepeda motor bersama keluarganya. Rombongan Adim tertahan di pintu masuk karena beberapa keluarganya ada yang belum divaksin dan belum memiliki aplikasi PeduliLindungi.
"Kalau saya sendiri sudah divaksin penuh. Cuma ini kan ada anak-anak dan ada yang belum divaksin. Ya terpaksa kembali pulang, nanti kami musyawarahkan dulu," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Penumpang WNA KAI Daop 6 mencapai 264.335 orang hingga September 2026, naik 7,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Riko Simanjuntak mengungkap latihan PSS Sleman selama jeda internasional sangat ketat. Tim bersiap menghadapi PSM Makassar.
Pemkot Jogja menargetkan 15 KKMP unggulan. Satu koperasi tiap kecamatan akan menjadi pilot project dengan pendampingan OPD.
Jalan Gose-Palbapang Bantul akan dilebarkan menjadi empat jalur sepanjang 1,7 km. Jalan dilengkapi median, trotoar, dan PJU untuk mendukung akses Pansela.
Alex Rins memuji keunikan Sirkuit Mandalika jelang MotoGP Indonesia 2026. Pembalap Yamaha itu juga mewaspadai cuaca panas dan ingin bangkit dari hasil buruk di