Ada Program Sertakan BPJamsostek, Perusahaan di Jogja Diajak Lindungi Pekerja Informal
BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta mengajak 45 perusahaan memperluas perlindungan pekerja informal melalui program Sertakan dan CSR.
Peserta Mandiri Yogya Marathon 2018 melintas di kawasan Candi Prambanan, Minggu (15/4/2018).Bisnis Indonesia-Nurul Hidayat
Harianjogja.com, SLEMAN- Setelah Tebing Breksi mulai beroperasi secara terbatas, giliran destinasi wisata Candi Prambanan yang melakukan uji coba pembukaan lokasi wisata, Jumat (17/9/2021). Pengunjung yang tidak lolos skrining menggunakan aplikasi PeduliLindungi diminta untuk tidak masuk ke destinasi tersebut.
Direktur Utama Taman Wisata Candi (PT TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Edy Setijono mengatakan uji coba dilakukan menyusul terpilihnya Taman Wisata Candi Borobudur dan Taman Wisata Candi Prambanan sebagai tempat wisata yang diizinkan melakukan uji coba penerapan protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi.
Sebagai pengelola destinasi wisata berbasis cagar budaya, pihaknya berkomitmen untuk menerapkan standar yang telah ditentukan oleh pemerintah pusat sesuai Inmendagri No.39/2021 tentang PPKM di wilayah Jawa dan Bali. "Hal ini sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah dalam menekan laju penularan Covid-19 di tingkat daerah maupun nasional," katanya di sela kegiatan.
Pengelola destinasi, katanya, harus mengubah paradigma wisata di masa kenormalan baru ini. Aturan tentang penerapan protokol kesehatan harus dijalankan secara professional. "Perlu adanya kesamaan persepsi, apa yang dilakukan hari ini adalah uji coba. Tujuannya bukan mendapatkan pengunjung sebanyak-banyaknya, namun memastikan protokol kesehatan ditaati dengan ketegasan dari pengelola. Kami berharap pandangan yang sama untuk menyelesaikan pandemi ini," katanya.
Edy mengatakan, destinasi yang dikelola oleh TWC juga telah memperoleh sertifikasi CHSE dari Kemenparekraf. Selain itu, vaksinasi seluruh karyawan serta Standard Operational Procedure (SOP) yang diterapkan secara profesional, sudah dilakukan.
"Kami terapkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi wisatawan dan karyawan di TWC Borobudur maupun Prambanan. Untuk Borobudur dan Prambanan kami menetapkan kuota maksimal sejumlah 7.500 orang di dalam kawasan. Angka ini termaksud wisatawan, pegawai, pedagang serta tamu," katanya.
Terpisah, Pengelola Taman Wisata Tebing Breksi Khaliq Widiyanto mengatakan dengan luas sekitar 8,5 hektare jumlah kunjungan wisatawan selama masa uji coba hanya 25%. Dari jumlah tersebut, katanya, maka kapasitas pengunjung sekitar 3.000 orang per hari.
"Selama masa uji coba pengunjung anak-anak dan lansia di atas 70 tahun belum diperbolehkan masuk destinasi. Pengunjung wajib mengunduh aplikasi PeduliLindungi dan Visiting Jogja. Jika tidak, kami mohon maaf, tidak boleh masuk," katanya.
Adapun Kepala Dispar DIY Singgih Raharjo mengatakan selama masa uji coba dilaksanakan jumlah pengunjung masih sedikit. Baik di Hutan Pinus Mangunan, Tebing Breksi dan GLZoo. "Jumlah kunjungan masih sekitar 200 wisatawan. Paling banyak di GLZoo sekitar 100an orang, selebihnya di Breksi dan Mangunan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta mengajak 45 perusahaan memperluas perlindungan pekerja informal melalui program Sertakan dan CSR.
JPU mengungkap temuan 74 kg emas dan 2,67 juta dolar AS dalam dakwaan TPPU Febrie Adriansyah di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Manajer KDMP mengeluhkan ketidakjelasan kerja, penempatan jauh dari domisili, hingga mekanisme relokasi setelah menerima PKWT.
Mark Zuckerberg mengaku tak memiliki gelar sarjana saat dicecar soal dasar menilai risiko beauty filter Instagram terhadap pengguna muda.
Telkomsel dan ITNY berkolaborasi mengembangkan talenta digital mahasiswa melalui magang, guest lecturer, dan berbagai program edukasi digital.
Triumph Bonneville T40 dan T40 Black hadir dengan mesin 400 cc, desain klasik, serta fitur modern. Harga baru diumumkan pada awal 2027.