Laga 72 Menit Berakhir, Yusuf Gagal ke Babak Utama Malaysia Masters
Muhammad Yusuf tersingkir di kualifikasi Malaysia Masters 2026 setelah kalah tipis 19-21 dari wakil Tiongkok dalam laga 72 menit.
Wisatawan melakukan pemindaian menggunakan aplikasi PeduliLindungi saat berwisata di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jumat (17/9/2021). /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, BANTUL-Sejumlah kantor pelayanan publik di Bantul dipastikan belum ada rencana menerapkan aplikasi PeduliLindungi untuk pengunjung.
Hal ini menyusul belum adanya perintah secara resmi terkait dengan penerapan aplikasi PeduliLindungi dan belum ada barcode untuk penerapan aplikasi tersebut.
Panewu Sanden Deni Ngajis Hartono mengatakan, sampai hari ini belum ada perintah untuk menerapkan aplikasi PeduliLindungi untuk pengunjung yang hendak melakukan pelayanan publik. Sehingga sampai saat ini juga belum ada penerapan aplikasi PeduliLindungi di kapanewon Sanden.
"Kami belum terapkan. Selain itu, kami juga belum ada barcode untuk aplikasi tersebut," katanya.
Baca juga: Capaian Masih Rendah, Bantul dan Gunungkidul Diminta Percepat Vaksinasi
Hal sama juga terjadi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bantul. Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Adminstrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data Disdukcapil Bantul Emy Nikmawati mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum ada rencana menerapkan aplikasi PeduliLindungi untuk pengunjung.
"Karena dari Dirjen Adminduk juga belum ada perintah untuk penerapan aplikasi tersebut. Kami juga belum ada barcode untuk scan PeduliLindungi," kata Emy.
Menurut Emy, jika nantinya sudah ada perintah resmi, pihaknya siap untuk melaksanakan penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Sejauh ini, diakui Emy, meski telah memaksimalkan pelayanan secara online, namun banyak pengunjung yang tetap datang ke Disdukcapil untuk meminta bantuan pengurusan administrasi kependudukan.
"Setiap hari masih ada sekitar 50an orang. Kami hanya membantu mereka dalam kepengurusan administrasi," ucap Emy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Muhammad Yusuf tersingkir di kualifikasi Malaysia Masters 2026 setelah kalah tipis 19-21 dari wakil Tiongkok dalam laga 72 menit.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
IDAI mengingatkan bahaya heat stroke pada anak saat cuaca panas ekstrem akibat El Nino. Orang tua diminta atur aktivitas dan cairan.
Defisit APBN April 2026 turun ke Rp164,4 triliun, keseimbangan primer kembali surplus Rp28 triliun.