Guru di Ponorogo Kecelakaan, Motornya Malah Dibawa Kabur Pencuri
Motor Honda Beat milik guru di Ponorogo dibawa kabur setelah kecelakaan. Polisi menangkap terduga pelaku di Kabupaten Kediri.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Sebanyak 521 sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas selama dua pekan terakhir, tanpa menimbulkan klaster penularan COVID-19.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul Ali Ridlo di Gunung Kidul, Jumat mengatakan jumlah sekolah yang menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sebanyak 522 sekolah dari jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), namun ada satu SD yang tujuh siswanya terkonfirmasi COVID-19 dan harus melaksanakan pembelajaran secara daring.
BACA JUGA:Gibran Ulang Tahun Ke-34, Ini Hartanya Dibandingkan dengan Harta Jokowi
"Berdasarkan hasil evaluasi lintas sektoral, pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas berjalan dengan baik dan lancar. Ada sedikit catatan yang harus menjadi perhatian orang tua atau wali siswa, ketika anaknya sedang sakit sebaiknya tidak sekolah dan memeriksakan ke puskesmas untuk tes usap antigen," kata Ali.
Terkait kasus salah satu SD di Kecamatan Panggang yang tujuh siswanya terkonfirmasi COVID-19 sejak 23 September, Ali mengatakan pihaknya masih menunggu hasil usap dari pelacakan yang dilakukan petugas Puskesmas Panggang.
"Saat ini, kami masih menunggu hasil swab siswa yang konfirmasi, jika sudah negatif sekolah masuk (PTM) seperti sekolah lain untuk menyelenggarakan PTM terbatas," katanya.
Ali mengatakan mayoritas orang tua siswa menghendaki pembelajaran tatap muka. Jika merujuk Instruksi Bupati Gunung Kidul, pelaksanaan PTM jenjang SD-SMP diikuti maksimal 50 persen pelajar dari total kapasitas dalam satu ruang kelas, sedangkan untuk jenjang PAUD, hanya diperkenankan 33 persen.
"Semua lancar, dan tidak ada yang melarang anaknya sekolah," kata Ali.
Sementara itu, salah satu orang tua siswa di MI Al Mumtas, Kecamatan Patuk, Gunawan, mengatakan dirinya merasa senang anaknya sudah mulai bersekolah meski tidak setiap hari. Di sekolah anaknya kelas 2 di MI Al Mumtas anaknya melaksanakan PTM pada Senin dan Rabu selama dua jam. Untuk hari lainnya tetap daring.
"Meski hanya dua jam, setidaknya anak mengenal lingkungan dan sekolah. Kami berharap tidak ada kasus baru COVID-19," harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Motor Honda Beat milik guru di Ponorogo dibawa kabur setelah kecelakaan. Polisi menangkap terduga pelaku di Kabupaten Kediri.
Timnas U-15 Indonesia kalah 0-3 dari Wales pada laga kedua Grup G Festival FIFA 2026. Tiga gol Wales tercipta pada babak kedua.
Pemerintah menunda kewajiban sertifikasi halal UMKM hingga 2028 karena banyak pelaku usaha belum memenuhi target dan terkendala administrasi.
Rute Trans Jogja ke Gunungkidul belum terealisasi meski dikaji sejak 2025. Warga berharap layanan ini mengurangi kepadatan Jalan Jogja-Wonosari.
Jogja Expo 2026 membuka peluang UMKM DIY memasuki rantai pasok haji dan umrah. Kerja sama awal yang terbentuk mencapai sekitar Rp1 miliar.
Simak cara cek status penerima BPNT Rp600.000, syarat kepesertaan, penyebab bantuan belum masuk rekening, dan langkah penarikan tunai.