Rute Trans Jogja 2026 Lengkap, Tarif Murah & Digital
Daftar rute Trans Jogja 2026 lengkap dengan tarif murah dan sistem pembayaran digital. Solusi transportasi praktis di Jogja.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Setelah pelonggaran PPKM dan pembukaan destinasi wisata secara terbatas, wisatawan langsung menyerbu kawasan Sleman. Bahkan okupansi hotel naik hingga 95%.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman Suparmono mengatakan tingkat kunjungan wisatawan mulai mengalami peningkatan pada akhir pekan lalu seiring dengan pelonggaran PPKM level 3 di DIY. Meskipun jumlahnya diyakini belum mencapai ribuan orang, namun kunjungan wisatawan tersebut mampu meningkatkan okupansi hotel.
"Saya sempat kaget ada hotel yang menyampaikan okupansinya akhir pekan lalu mencapai 95 persen. Ini kan luar biasa dan kami tidak bisa melarang wisatawan untuk datang," katanya, Selasa (5/10/2021).
BACA JUGA: Meski Penularan Covid Sudah Terkendali, PPKM DIY Belum Turun Level
Diakuinya, selain destinasi wisata, hotel, restoran, pusat perbelanjaan dan wisata kuliener lainnya sudah mulai padat dikunjungi. Untuk membatasi kunjungan tersebut, katanya pemerintah pun menerapkan aturan di mana pengunjung harus menginstal aplikasi peduli lindungi. Termasuk menerapkan kebijakan ganjil genap di destinasi wisata yang diizinkan beroperasi.
"Karena kami tidak bisa melarang wisatawan datang, tapi hanya bisa membatasi. Dengan cara, misalnya wajib menggunakan aplikasi peduli. Itu salah satu upaya pemerintah untuk melakukan pembatasan," katanya.
Menurut Suparmono, sejauh ini penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata sudah dinilai baik. Ia mengaku mengecek sendiri ke tiga destinasi yang diizinkan mulai Ratu Boko, Tebing Breksi dan Merapi Park. "Ya aturan diterapkan di tiga destinasi tersebut. Misalnya ada yang bawa anak usia dibawah 12 tahun, tidak diizinkan masuk," katanya.
Hingga kini, lanjut Suparmono, Dispar masih menunggu penambahan jumlah destinasi yang diizinkan oleh Kemenparekraf. Dispar sudah mengajukan 15 destinasi yang dinilai sudah memenuhi syarat. Mulai yang berbasis desa wisata hingga wisata alam. "Yang jelas yang diajukan sudah mengantongi CHSE dan melakukan vaksinasi dan non wisata air," katanya.
Terpisah, Ketua PHRI Sleman Joko Paromo mengakui jika okupansi pada akhir pekan lalu sudah mencapai antara 80-95%. "Seluruh anggota PHRI tetap menerapkan protokol kesehatan, kami juga menjalankan aplikasi peduli lindungi kepada pengunjung," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Daftar rute Trans Jogja 2026 lengkap dengan tarif murah dan sistem pembayaran digital. Solusi transportasi praktis di Jogja.
Best City Hotel Yogyakarta merayakan HUT ke-9 dengan tema Grow With The Best dan memperkuat komitmen layanan hospitality di Jogja.
Daftar lokasi Salat Iduladha 2026 1447 H Muhammadiyah di Gunungkidul resmi dirilis PDM. Cek ratusan titik salat Id di seluruh kapanewon.
Polisi Banyumas membongkar penipuan berkedok “Sultan Nusantara”. Korban rugi Rp50,8 juta usai dijanjikan pembersihan harta dan haji.
KPK memeriksa dua pejabat Kemenhub terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api DJKA Kemenhub.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyebut nasib guru honorer 2027 masih dibahas pemerintah. Guru non-ASN dipastikan tetap bekerja hingga 2026.