APBD DIY 2027 Disiapkan Rp4,93 Triliun, Fokus pada Tiga Hal Ini
APBD DIY 2027 dirancang Rp4,93 triliun. Sri Sultan HB X fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Dari 8,7 km panjang tol Jogja-Bawen yang masuk area Jogja sebagian konstruksi dibangun dengan cara melayang. Panjang jalan tol yang dibangun melayang (elevated) hanya sepanjang 4,2 km.
Direktur Teknik PT Jasamarga Jogja Bawen Oemi Vierta Moerdika menjelaskan konstruksi elevated yang dimaksud adalah konstruksi berbentuk jembatan agar tidak mengganggu infrastruktur dibawah jembatan tersebut, dalam hal ini adalah Selokan Mataram.
Pembangunan tol Jogja-Bawen untuk wilayah DIY yang dibangun secara melayang (elevated) di atas selokan mataram tersebut hanya sepanjang 4,2 km dari total panjang jalan tol. Sisanya sekitar 4,5 km dibangun secara at grade karena tidak melewati selokan tersebut.
"Konstruksinya dimulai dari Tirtoadi (Mlati) hingga Banyurejo (Tempel). Konstruksi tol melayang ini sesuai dengan keinginan Pemda DIY agar tidak mengganggu fungsi Selokan Mataram yang menjadi bagian dari cagar budaya," katanya, Selasa (5/10/2021).
BACA JUGA: Meski Penularan Covid Sudah Terkendali, PPKM DIY Belum Turun Level
Konstruksi elevated pada jalan tol Jogja Bawen di DIY, lanjut Oemi terbagi menjadi empat segmen. Yakni pada sta.74+600 hingga sta. 73+100 di Mlati yang jauhnya mencapai 1,5 Km. Kemudian dilanjutkan ke sta. 72+500 hingga sta. 72+150 yang panjangnya hanya 0,3 Km.
Konstruksi tol melayang kemudian dibangun di Seyegan mulai dari sta. 71+800 hingga sta. 70+600 sepanjang 1,3 Km. Terakhir, konstruksi tol melayang dibangun di Tempel mulai dari sta. 70+200 s/d sta. 69+100 sepanjang 1,1 Km. "Untuk titik lokasi konstruksi at grade berada pada lokasi yang tidak melintasi Selokan Mataram," katanya.
Bangunan tol di atas tanah (at grade) ini menggunakan timbunan tanah sehingga berdampak pada saluran irigasi dan drainase serta jalan eksisting di beberapa titik lokasi perlu ditinjau. Untuk mensiasati masalah tersebut, PT JBB pun akan memasang box culvert. "Pada seksi 1 (Jogja - SS Banyurejo) direncanakan akan memiliki Box Culvert sebanyak 39 buah," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
APBD DIY 2027 dirancang Rp4,93 triliun. Sri Sultan HB X fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan.
Suporter PSIM Jogja dapat menyaksikan langsung latihan perdana di Stadion Mandala Krida pada Senin (20/7/2026) mulai pukul 15.30 WIB.
Pemkab Temanggung optimistis persetujuan alih fungsi lahan Sekolah Rakyat Karanggedong segera terbit agar pembangunan dimulai pada Oktober 2026.
Sebanyak 140 pecatur mengikuti Bupati Kulonprogo Cup XVI. Kehadiran Master Nasional dan FIDE Master menjadi motivasi bagi atlet muda Kulonprogo.
Pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan di Banyusoco, Gunungkidul, diperkirakan paling cepat dimulai pada 2028 setelah izin lahan dan tahapan pembangunan te
Dugaan pungli PKL di CFD Taman Bungkul Surabaya diusut. Eri Cahyadi memastikan pedagang tidak dipungut biaya dan menggandeng polisi menelusuri pelaku.