JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul Bakal Punya Rest Area, Jadi Tempat Wisata
JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul ditargetkan dibuka September 2026. Kawasan ini diwacanakan memiliki rest area, UMKM, dan gardu pandang.
Ilustrasi anggota TNI Angkatan Darat. - Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di Kalurahan Banyusoco, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, diperkirakan paling cepat dimulai pada 2028. Selain masih menunggu izin pemanfaatan Sultan Ground (SG), proyek tersebut juga menyesuaikan tahapan pembangunan yang telah ditetapkan Kementerian Pertahanan di tingkat nasional.
Pembangunan Yon TP di Kabupaten Gunungkidul hingga kini masih berada pada tahap perencanaan. Lokasi yang telah disurvei memiliki luas sekitar 70 hektare dan berada di kawasan hutan yang merupakan tanah milik Kraton Yogyakarta atau Sultan Ground.
Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan, mengatakan proses pembangunan belum dapat dilaksanakan karena masih menunggu penyelesaian perizinan pemanfaatan lahan. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, penggunaan tanah SG harus memperoleh izin dari Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Luasannya 70 hektare di kawasan hutan yang merupakan tanah milik Kraton Yogyakarta [tanah SG],” kata Alfian, Minggu (19/7/2026).
Menurut dia, koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk mendukung realisasi pembangunan Yon TP di Kalurahan Banyusoco. Secara prinsip, terdapat kesiapan untuk mendukung program tersebut, meskipun izin pemanfaatan lahan hingga kini masih dalam proses.
“Hingga sekarang belum turun izinnya. Tapi, secara prinsip ada kesiapan untuk mendukung program ini,” katanya.
Selain menunggu persetujuan pemanfaatan tanah SG dari Gubernur DIY, pembangunan Yon TP juga bergantung pada kebijakan Kementerian Pertahanan yang menerapkan pembangunan secara bertahap di sejumlah daerah di Indonesia.
Alfian menjelaskan Kabupaten Gunungkidul masuk dalam tahap ketujuh pembangunan Yon TP secara nasional. Oleh karena itu, meskipun survei lokasi dari Kementerian telah dilakukan, pelaksanaan pembangunan diperkirakan baru dapat dimulai paling cepat pada 2028.
“Untuk lokasi Yon TP di Banyusoco sudah dilakukan survei dari Kementerian. Berhubung Kabupaten Gunungkidul masuk tahap ketujuh pembangunannya, maka paling cepat dibangun di 2028,” ujarnya.
Ia menambahkan pembangunan Yon TP di Kalurahan Banyusoco tidak hanya difokuskan untuk pendirian markas batalyon. Kawasan tersebut juga direncanakan menjadi pusat pengembangan program pertanian dan peternakan sebagai bagian dari konsep pembangunan yang diusung pemerintah.
Dengan konsep tersebut, area pembangunan akan dilengkapi dengan lahan pertanian dan fasilitas peternakan yang diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi pengembangan wilayah di masa mendatang.
“Ada program pertanian di dalamnya, maka dilengkapi dengan area peternakan dan lahan pertanian. Pembangunan juga tidak terburu-buru karena kami akan mengikuti prosedur yang berlaku,” katanya.
Sebelumnya, Lurah Banyusoco, Damanhuri, mengaku telah mengetahui adanya rencana pembangunan markas TNI di wilayahnya. Survei lokasi pembangunan juga telah dilaksanakan di kawasan yang berada di antara Padukuhan Ketangi dan Kepek.
Meski demikian, hingga kini pemerintah kalurahan belum menerima sosialisasi resmi terkait detail pembangunan maupun pemanfaatan lahan yang akan digunakan untuk proyek tersebut.
“Meski belum ada sosialisasi secara resmi, tapi kami sudah mendengar rencana TNI membangun markas di Banyusoco,” kata Damanhuri saat dihubungi pada Rabu (15/7/2026).
Ia mengungkapkan informasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan pembangunan markas tersebut akan menggunakan lahan seluas sekitar 70 hektare yang berada di kawasan kehutanan.
“Yang beredar di masyarakat, TNI akan bangun markas dengan luasan 70 hektare. Lahannya akan menggunakan tanah milik kehutanan,” katanya.
Rencana pembangunan Yon TP di Kabupaten Gunungkidul tersebut masih akan melalui sejumlah tahapan administrasi dan kebijakan pemerintah. Selain menunggu terbitnya izin pemanfaatan lahan, pelaksanaan pembangunan juga mengikuti jadwal yang telah ditetapkan Kementerian Pertahanan sehingga masyarakat masih harus menunggu realisasi proyek tersebut dalam beberapa tahun mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul ditargetkan dibuka September 2026. Kawasan ini diwacanakan memiliki rest area, UMKM, dan gardu pandang.
Asia Tri Jogja 2026 memasuki edisi ke-21 di Sleman dengan tema Embodied Body dan menghadirkan seniman dari empat negara.
Hutama Karya memberi diskon tarif tol Padang-Pekanbaru 10% pada 4-6 September 2026. Simak jadwal dan tarif setelah diskon.
Eksplorasi panas bumi Gunung Ungaran menuai kekhawatiran. Pemerintah memastikan kajian lingkungan dan Candi Gedong Songo menjadi perhatian.
Komdigi memberi batas 28 September 2026 bagi operator untuk menyediakan perlindungan sisa kuota internet sesuai putusan MK.
TPA Putri Cempo Solo terbakar pada Rabu malam. Petugas pemadam dikerahkan dari sisi utara dan barat untuk menangani kebakaran.