Krisis Air Gunungkidul, Warga Semin Gali Kali Oya yang Kering

David Kurniawan
David Kurniawan Kamis, 27 Agustus 2026 14:07 WIB
Krisis Air Gunungkidul, Warga Semin Gali Kali Oya yang Kering

Seorang warga Rejosari di Kalurahan Rejosari, Kapanewon Semin, Trisnanto, membuat sumur di aliran Kali Oya yang mengering, Rabu (26/8/2026)./Harian Jogja-David Kurniawan\r\n

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Kekeringan yang melanda Kabupaten Gunungkidul membuat warga Padukuhan Rejosari, Rejosari, Semin, harus mencari cara lain untuk mendapatkan air bersih. Salah satunya dilakukan Trisnanto dengan menggali aliran Kali Oya yang mengering untuk memperoleh sumber air.

Upaya tersebut dilakukan karena pasokan air bersih di wilayahnya semakin sulit didapatkan. Menurut Trisnanto, membuat sumur di tengah aliran kali yang mengering menjadi salah satu pilihan yang masih memungkinkan dilakukan saat musim kemarau.

“Kami sudah kesulitan mendapatkan pasokan air bersih sehingga kami membuat sumur di tengah kali yang sudah mengering karena dampak dari musim kemarau,” kata Trisnanto, Kamis (27/8/2026).

Sumur Bor Tak Lagi Cukup

Trisnanto mengatakan wilayah tempat tinggalnya memang kerap mengalami krisis air ketika musim kemarau. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut, tetapi hasilnya belum optimal.

Sebelumnya sudah ada dua sumur bor yang dibuat. Namun, kondisi kedua sumber air itu kini tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan warga seperti sebelumnya.

“Sudah ada pembuatan dua sumur bor. Tapi, yang satu sudah tidak keluar airnya, sedangkan satu titik sumur lainnya tidak lagi mencukupi karena debit berkurang sehingga saaat disedot pagi hari sudah habis,” katanya.

Kondisi tersebut membuat Trisnanto kembali mengandalkan potensi air di sekitar Kali Oya. Ia menggali bagian bantaran kali karena menilai lokasi tersebut masih menyimpan sumber air dibandingkan lokasi lain di wilayah tempat tinggalnya.

Usaha menggali sumber air di Kali Oya itu bukan hal baru. Trisnanto mengaku telah melakukannya sejak empat tahun lalu agar kebutuhan air tetap terpenuhi.

“Untuk memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci. Yang saya gali lokasinya sama, tapi karena tertutup lumpur saat musim hujan, maka harus digali lagi agar dapat dimanfaatkan,” katanya.

Tiga Padukuhan Terdampak Kekeringan

Lurah Rejosari, Semin, Sunarto membenarkan wilayahnya termasuk daerah yang terdampak kekeringan. Pemerintah telah memberikan bantuan air untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Sudah ada bantuan yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan air di masyarakat,” katanya.

Meski demikian, Sunarto menjelaskan kekeringan tidak terjadi di seluruh wilayah Rejosari. Saat ini, kondisi tersebut hanya terjadi di tiga padukuhan, yakni Padukuhan Sempu Kidul, Rejosari dan Banyu.

Jumlah padukuhan yang membutuhkan bantuan air bersih juga menurun dibandingkan kondisi pada 2023. Saat itu, terdapat delapan padukuhan yang mengajukan bantuan air.

“Tahun 2023 ada delapan padukuhan yang meminta bantuan air, tapi karena sudah ada program sumur bor, maka saat ini yang mengajukan permintaan air bersih hanya tiga padukuhan,” kata Sunarto.

BPBD Gunungkidul Salurkan 577 Tangki

Di tingkat Kabupaten Gunungkidul, bantuan air bersih masih terus disalurkan untuk wilayah yang terdampak kekeringan. Sub Koordinator Logistik dan Peralatan, Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Arief Prasetyo mengatakan penyaluran dilakukan secara berkelanjutan.

Hingga saat ini, BPBD Gunungkidul telah menyalurkan bantuan sebanyak 577 tangki air atau setara 3,1 juta liter.

“Bantuan dari BPBD sudah disalurkan ke Kapanewon Panggang, Rongkop, Saptosari, Tepus, Wonosari, Ngawen, Semin, Ponjong, Girisubo, Purwosari dan Nglipar,” katanya.

Penyaluran tersebut mencakup sejumlah kapanewon yang terdampak kekeringan di Gunungkidul. Bantuan air menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online