Hari Ketiga Warga Hilang di Hutan Turi, Tim Vertikal Diterjunkan
Hari ketiga pencarian warga hilang di Hutan Pathuk Turi, Sleman, SAR gabungan menerjunkan delapan SRU dan tim vertikal.
Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta. /Harian Jogja-Catur Dwi Janati.
Harianjogja.com, BANTUL - Pada penerapan PPKM Level 3 kesekian kalinya, Satpol PP Bantul masih menemukan pelanggaran prokes di lingkungan masyarakat. Fasilitas publik seperti taman dan usaha kuliner masih menjadi sasaran para pelanggar prokes.
Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta kembali melalukan evaluasi penerapan prokes sepekan ke belakang. Hasil evaluasi Yulius pada Senin (4/10) menemukan bahwa Satpol PP masih sering menemukan pelanggaran prokes di sejumlah aktivitas masyarakat, salah satunya usaha kuliner kafe.
"Di kafe-kafe memang terjadi peningkatan. Kemarin di beberapa operasi Tim Gakkum kita masih terpaksa untuk membubarkan," tutur Yulius.
Pembubaran yang dilakukan Satpol PP bukan tanpa alasan. Pasalnya dijelaskan Yulius, kafe-kafe tersebut melangar ketentuan makan di tempat sampa pukul 21.00 WIB dan pemesanan maksimal pukul 22.00 WIB untuk bawa pulang. "Tenyata setelah kita operasi pukul 22.00 WIB masih banyak yang makan di tempat," ujarnya
"Sehingga karena kita fungsinya melakukan pengawasan agar ketentuan aturan itu menjadi satu azas kepatuhan dan ketaatan ya terpaksa kita bubarkan," ungkapnya.
Di fasilitas publik, Satpol PP Bantul menggunakan metode mematikan lampu agar para warga pulang saat melebihi batas jam yang ditentukan selama PPKM Level 3. Di Taman Paseban misalnya, Yulius bekerja sama dengan Disdag Bantul untuk mematikan lampu penerangan di sekitar kawasan. Sementara di Taman Milenial, Satpol PP bekerja sama dengan DLH untuk memadamkan lampu penerangan di sana.
"Kita matikan lampu ketika sudah lewat pukul 21.00 WIB. Cara ini lebih mudah, begitu sudah gelap mereka bubar dengan sendirinya," terangnya.
Yulius berharap masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas. "Kedepan ini kita mengimbau untuk di tempat-tempat publik, contohnya dua [taman] tadi yang sempat kita kondisikan, mungkin juga di Gabusan mungkin di Sultan Agung atau di Makam-makam Raja Imogiri dari satgas wilayah harapan kami berperan aktif bersama menegakan prokes," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hari ketiga pencarian warga hilang di Hutan Pathuk Turi, Sleman, SAR gabungan menerjunkan delapan SRU dan tim vertikal.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 19 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Pascagempa NTT, 32 dari 33 titik longsoran telah ditangani. BNPB mencatat 68 orang meninggal dan 213 lainnya luka-luka.
SAC menggelar pameran 150 lukisan untuk merayakan HUT RI ke-81 sekaligus merespons dinamika global dan memperkuat pesan perdamaian.
Menkeu Purbaya memastikan pengalihan status guru PPPK menjadi pegawai pusat tak mengganggu fiskal. Defisit RAPBN 2027 tetap 2,40%.
Perpres Ojol segera terbit. Tarif angkutan orang akan diatur Kemenhub, sedangkan tarif barang dan makanan menjadi kewenangan Komdigi.