Kebakaran TPA Jatibarang Semarang, 22 Warga Batuk dan Sesak Napas
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang memasuki hari kelima. Sebanyak 22 warga mengalami batuk dan sesak napas akibat terdampak asap.
Komunitas Jip Wisata Mangunan saat parkir di kawasan wisata Pinus Pengger di Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Rabu (4/7/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyatakan bahwa ada delapan destinasi wisata di daerah itu yang mengantongi sertifikat Cleanliness, Health, Safety, Environment (CHSE) sektor pariwisata dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
"Kalau untuk CHSE di Bantul informasi yang kita terima baru delapan destinasi, kalau untuk UJP (Usaha Jasa Pariwisata) hotel-hotel rata-rata sudah memiliki, tetapi (CHSE) destinasi wisata baru delapan," kata Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo di Bantul, Kamis (7/10/2021).
Dia menyebutkan delapan destinasi yang sudah memenuhi standar protokol kesehatan (prokes) berbasis CHSE tersebut, enam wisata di wilayah Kecamatan Dlingo, satu destinasi di Piyungan, dan satu tempat di kawasan pantai selatan Bantul.
BACAJUGA: Hasil Survei: Elektabilitas PDIP dan Gerindra Turun, Golkar Naik
"Ada informasi dari Sewon ada satu tempat yang sudah CHSE, jadi baru sembilan. Tetapi jumlah ini kan terlalu jauh sekali dengan jumlah destinasi kita di Bantul yang ratusan, tentu kita terus mengejar agar destinasi lain juga memiliki sertifikat CHSE," katanya.
Sebagai upaya agar destinasi wisata Bantul bisa tersertifikasi CHSE, pihaknya terus melakukan pendampingan bagi pengelola maupun pelaku wisata, karena masih banyak yang belum mengetahui tata cara mengajukan dan bagaimana proses yang harus dipenuhi.
"Jadi program-program terkait dengan kebijakan sektor pariwisata ini harus kita dorong, agar semua masyarakat bisa menyesuaikan, tetapi jangan putus asa, yang penting kita ikhtiar, mudah-mudahan ke depan wisata Bantul tetap siap melaksanakan standar yang baik," katanya.
Dia juga mengatakan pemda sepakat serta mendorong masyarakat pelaku pariwisata tertib sesuai dengan prokes CHSE, tetapi indikator untuk pelaksanaan kegiatan pariwisata ke depan juga harus melihat kearifan lokal dan kondisi di lapangan.
"Jadi, jangan sampai masyarakat pelaku wisata yang sudah tidak berdaya, tidak punya energi keuangan misalnya, tetapi ketika akan berusaha terbelenggu oleh sebuah ketentuan yang menyebabkan tidak bisa beroperasional," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang memasuki hari kelima. Sebanyak 22 warga mengalami batuk dan sesak napas akibat terdampak asap.
Harga pakan ayam petelur melonjak hingga Rp8.155 per kg, membuat HPP telur Rp26.911, sementara harga jual hanya Rp19.000-Rp21.000.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meminta seluruh sekolah meningkatkan pengawasan siswa untuk mencegah perundungan dan mewujudkan zero bullying.
DPRD Kota Jogja mendorong pariwisata diperluas ke wilayah selatan melalui penguatan kampung wisata berbasis budaya dan ekonomi warga.
Distribusi MBG sistem prasmanan membuat istirahat kedua siswa SDN Soprayan dipangkas dari 30 menit menjadi sekitar 10 menit.
WJNC 2026 berlangsung di Malioboro hingga Titik Nol Jogja. Wisatawan memadati sepanjang rute untuk menyaksikan parade budaya.