Asita Khawatir Kenaikan Harga Tiket Pesawat Hambat Pertumbuhan Wisata
Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY menilai kebijakan kenaikan harga tiket pesawat akan menghambat pertumbuhan wisatawan
Kepala Disperindag Kota Jogja, Yunianto Dwi Sutono dalam Focus Group Discussion (FGD) Kesiapan Pasar Rakyat untuk Penerapan Peduli Lindungi, Jumat (8/10). (Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo)
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jogja akan membuka ruang diskusi dengan para pedagang terkait rencana penerapan aplikasi Peduli Lindungi di pasar tradisional.
Kepala Disperindag Kota Jogja, Yunianto Dwi Sutono mengatakan terkait rencana penerapan aplikasi Peduli Lindungi di pasar, jawatannya akan membuka ruang diskusi, tidak serta merta akan menerapkan. Ia memahami banyak hal yang perlu dipertimbangkan.
“Jadi karena memahami pasar tempat berkumpulnya banyak orang. Selalu kami komunikasikan, kami minta pendapat dari perwakilan paguyuban. Artinya kami semangat untuk menjaga protokol kesehatan [prokes]. Nanti jika memang benar-benar sudah diterapkan kami lihat juga, evaluasi,” ucap Yunianto, dalam Focus Group Discussion (FGD) Kesiapan Pasar Rakyat untuk Penerapan Peduli Lindungi, Jumat (8/10).
Yunianto juga mengatakan Disperindag Kota Jogja terus mendorong penerapan prokes termasuk percepatan vaksinasi. “Dari 13.000 pelaku di pasar, sudah tervaksin 90 persen lebih, hanya kurang sekitar 800an. Akan segera kami lakukan vaksinasi. Sudah ada komitmen pedagang,” ujar Yunianto.
Ketua Paguyuban Pasar Kota Jogja, Budi Kusuma mengatakan selama pandemi Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kondisi pedagang memang terpukul. Adanya pelonggaran beberapa waktu terakhir sedikit membantu para pedagang.
Budi menyinggung terkait penerapan prokes, para pedagang berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga.
“Kami selalu gembor-gemborkan untuk mengingatkan menerapkan prokes. Kami imbau untuk tidak berkerumun. Membuat jalur masuk dan keluar yang berbeda,” ucapnya.
Terkait dengan rencana penerapan aplikasi Peduli Lindungi, Budi mengharapkan adanya diskusi terlebih dahulu dengan pedagang. “Itu niat baik, pasti kami mendukung, tetapi ada sejumlah hal yang perlu jadi perhatian juga ketika diterapkan. Kami harapkan ada diskusi terlebih dahulu,” ujar Budi.
Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian menurut Budi, yaitu belum semua menggunakan ponsel pintar. Kemudian, SDM yang heterogen, kemungkinan memiliki ponsel pintar tetapi tidak memahami penggunaan aplikasi. “Ada ketakutan pedagang juga semakin sepi, kemudian siapkah tenaga menjaga di pintu-pintu masuk juga?” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY menilai kebijakan kenaikan harga tiket pesawat akan menghambat pertumbuhan wisatawan
Apple Shortcuts di iOS bisa digunakan untuk melacak iPhone hilang lewat foto dan lokasi otomatis sebagai lapisan keamanan tambahan.
“Restorasi Gumuk Pasir menjadi salah satu program unggulan dalam penataan kawasan wisata pantai selatan,"
Sarwendah bantah keras fitnah ikut pesugihan di Gunung Kawi. Kuasa hukum sebut itu murni syuting horor dan bidik konten video Pesulap Merah.
Konsep halal tidak cukup dipahami sebatas label pada kemasan produk. Kehalalan harus dibangun dari niat dan kesadaran pelaku usaha.
Taeyang BIGBANG merilis album Quintessence setelah 9 tahun, berisi 10 lagu dan kolaborasi global lintas musisi.