Pilur Gunungkidul Digelar 26 September, Pemkab Minta Logistik Tuntas H-2
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih saat membuka operasi pasar yang digelar di Pasar Argosari, Wonosari. Rabu (12/3/2025)./ Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perdagangan Gunungkidul menemukan kemasan minyak goreng Minyakita tidak sesuai takaran. Upaya pengawasan akan terus dilakukan sebagai salah satu cara untuk perlindungan konsumen.
Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengatakan, adanya temuan kemasan Minyakita tak sesuai takaran langsung ditindaklanjuti dengan melakukan uji petik. Adapun hasilnya, ada kemasan yang isinya tidak sesuai dengan takaran yang tertera dalam botol.
“Tulisannya 1.000 mililiter, tapi setelah dicek hanya 980 mililiter. Ada kekurangan sekitar 20 mililiter,” kata Kelik kepada wartawan, Rabu (12/3/2025).
Meksi demikian, ia memastikan tidak semua takaran Minyakita yang kurang. Pasalnya, untuk kemasan plastic saat dicek hasilnya sesuai dengan isi.
“Temuan kekurangan takaran pada kemasan botol ini sudah kami sampaikan ke Direktorat Meteorologi untuk ditindaklanjuti,” ungkapnya.
Kelik mengatakan, upaya pengawasan dengan melakukan uji petik terus dilakukan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk perlindungan terhadap konsumen sehingga tidak ada yang merasa dirugikan.
“Uji petik tentang takaran akan terus dilakukan. Idealnya, isi didalam seharusnya sesuai dengan takaran yang ada di kemasan,” imbuh mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul ini.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih saat melakukan operasi pasar mengaku sempat ragu terkait dengan takaran. Hal ini dikarenakan banyak kasus di sejumlah daerah yang ditemukan kasus isi tidak sesuai dengan takaran.
BACA JUGA: Mudik Lebaran 2025, Survei Kesiapan Jalan di Gunungkidul Segera Dilakukan
“Makanya saya minta dinas perdagangan untuk uji petik. Hasilnya, memang ada yang tidak sesuai dengan takaran dan ini tidak boleh dilakukan,” katanya.
Menurut dia, proses mengurangi takaran merupakan dosa besar sehingga jangan sampai terjadi lagi. “Tidak boleh mengurangi takaran. Tadi saya berpesan ke pedagang untuk menjual dengan Amanah,” katanya.
Endah mengatakan, untuk menjaga stablitas harga kebutuhan pokok di Bulan Puasa dan jelang Lebaran dilaksanakan operasi pasar, yang salah satunya digelar di Pasar Argosari, Wonosari. Selain itu, juga menghindari ulah spekulan nakal yang menimbun komoditas tertentu.
Didalam operasi pasar ini dilaksanakan dengan menyediakan dua komoditas. Yakni, minyak goreng dengan harga Rp15.500 per liter sehingga harganya lebih rendah dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.
“Komoditas kedua gula pasir. Harga normal di kisaran Rp17.500 per kilonya, tapi dalam operasi pasar dipatok Rp16.000 per kilonya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.