Ribuan Siswa di Bantul Jalani MPLS Ramah Tanpa Perundungan
Ratusan sekolah di Bantul menggelar MPLS 2026 dengan konsep ramah, bebas perpeloncoan, perundungan, dan kekerasan sesuai Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026.
Impor Ekspor - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY mengungkapkan keikutsertaan Indonesia dalam kelompok negara BRICS membuka peluang besar bagi pelaku usaha di daerah, khususnya untuk memperluas pasar. Namun, di balik peluang tersebut, terdapat tantangan yang tidak boleh dianggap remeh.
“Dengan bergabung di BRICS, DIYA bisa mengakses pasar non-tradisional yang lebih luas. Tapi, perlu diingat bahwa persaingan di sana sangat ketat,” kata Kepala Disperindag DIY, Yuna Pancawati, Senin (13/1/2025).
BACA JUGA: Indonesia Masuk Keanggotaan BRICS, Pakar HI UGM Ungkap Begini
Yuna menjelaskan produk unggulan DIY seperti garmen, furnitur, dan kerajinan tangan memiliki keunggulan di segi estetika dan kualitas. Namun, harga yang cenderung lebih tinggi menjadi tantangan tersendiri untuk menembus pasar BRICS.
“Kami harus melakukan banyak adaptasi, mulai dari jenis produk, kualitas, hingga strategi pemasaran yang sesuai dengan preferensi konsumen di negara-negara tersebut,” katanya.
Selain peluang ekspor, DIY juga harus bersiap menghadapi potensi peningkatan impor dari negara-negara BRICS. Mengingat besarnya pasar Indonesia, termasuk DIY, para pelaku usaha dalam negeri perlu meningkatkan daya saing produk mereka agar tidak tergerus oleh produk impor.
“Kami harus mulai mengantisipasi masuknya produk-produk dari negara BRICS, terutama dari China. Untuk itu perlu peningkatan kualitas dan menurunkan harga produk agar tetap kompetitif,” kata Yuna.
Guna menghadapi tantangan tersebut, Yuna menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha. “Kami perlu melakukan riset dan pengembangan produk yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan pasar di negara-negara BRICS,” ujarnya.
BACA JUGA : Brasil Umumkan Indonesia Resmi Menjadi Anggota BRICS
Sebelumnya diberitakan, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso optimistis masuknya Indonesia sebagai anggota penuh BRICS dapat berdampak positif terhadap kinerja perdagangan. Budi mengatakan masuknya Indonesia sebagai anggota BRICS membuka peluang untuk meningkatkan ekspor. Dia menuturkan, berbagai kerja sama akan dijajaki untuk mempermudah perdagangan luar negeri.
"Ya kan, berbagai cara kita lakukan ya, pendekatan kerja sama regional, bilateral untuk pendekatan ekspor kita. Ya itu salah satu tujuan kita semuanya, supaya ekspor kita naik," kata Budi Santoso dikutip Bisnis.com.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ratusan sekolah di Bantul menggelar MPLS 2026 dengan konsep ramah, bebas perpeloncoan, perundungan, dan kekerasan sesuai Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026.
Cak Imin meresmikan Sigap Bangsa, organisasi penanggulangan bencana bentukan PKB yang telah melatih 250 relawan tanggap bencana.
Dishub DIY kembali menggelar program becak listrik gratis keliling Malioboro pada 21 Juli 2026. Berikut jadwal, lokasi, dan cara mengikutinya.
IRGC mengklaim meluncurkan rudal dan drone ke pangkalan militer AS di Yordania dan Kuwait sebagai balasan atas serangan AS.
Jumog River Tubing resmi beroperasi di Karanganyar. Wisatawan bisa menyusuri sungai 800 meter selama 20 menit dengan tiket Rp25.000.
PSIM Jogja mempertahankan 12 pemain lokal usai evaluasi tim sebagai persiapan menghadapi Super League 2026/2027.