20 Sekolah Kedinasan Tanpa Syarat Nilai UTBK, Cek Daftarnya
Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 dibuka 18-30 Agustus. Simak 20 sekolah yang sebelumnya tidak mensyaratkan nilai UTBK-SNBT.
QR code terpasang di TPR Parangtritis, Jumat (7/5/2021)./Harian Jogja-Jumali\r\n
Harianjogja.com, BANTUL - Penerapan protokol kesehatan (prokes) di tiga lokasi uji coba pembukaan objek wisata di kawasan Mangunan dinilai telah maksimal. Hal ini terlihat dengan ketatnya penerapan prokes baik di Pinus Sari, Pengger dan Seribu Batu.
Kepala Seksi Obyek Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul, Alexander Joko Wintolo mengatakan, sejak awal dibuka pihaknya memang telah menerapkan prokes ketat terhadap para pengunjung. Selain harus memiliki aplikasi peduli lindungi, pengunjung juga dites suhu tubuh dan wajib mengenakan masker. Alhasil, ada ratusan pengunjung yang terpaksa ditolak masuk, karena tidak memiliki aplikasi dan belum divaksin.
"Kami juga menerapkan ganjil genap. Sehingga hanya yang menggunakan plat nomor kendaraan sesuai dengan aturan tanggal yang bisa masuk," katanya, Minggu (17/10/2021).
Menurut Joko, ketatnya penerapan aturan ini tidak lepas dari keinginan dari Dispar agar tidak muncul klaster di tempat wisata. Selain itu, pengetatan ini dilakukan sesuai dengan instruksi dan aturan uji coba di tempat wisata yang boleh dibuka.
"Karena setiap hari ada laporan ke Kementrian. Memang sekarang sudah ada peningkatan jumlah pengunjung. Tapi kami tidak mau ambil risiko. Apalagi, jika nanti mendadak ada sidak," jelasnya.
Terkait dengan adanya larangan cuti, Joko mengaku sejauh ini pihaknya telah mengetahui. Dan hal itu diberlakukan kepada pegawai di jawatannya. Oleh karena itu, pihaknya saat ini memaksimalkan persiapan untuk menghadapi kemungkinan meningkatnya kunjungan wisatawan di tiga lokasi uji coba pada libur Maulid Nabi kali ini.
"Kami sudah persiapkan semua. Kami maksimalkan pengawasan prokes. Apalagi liburnya kan digeser dari Selasa menjadi Rabu," ucapnya.
Sementara salah satu pengunjung di Pinus Sari, Marjuki mengaku merasa nyaman dengan adanya penerapan prokes yang ketat di lokasi tersebut. Apalagi, dengan penerapan prokes yang ketat, dirinya merasa lebih aman dan tenang saat berwisata.
"Tadi di depan, diminta scan peduli lindungi, disuruh cuci tangan dan diperiksa juga suhunya. Pengunjung juga harus memakai masker. Bagi saya ini bagus, dan tenang karena prokes benar-benar diterapkan," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 dibuka 18-30 Agustus. Simak 20 sekolah yang sebelumnya tidak mensyaratkan nilai UTBK-SNBT.
Jadwal Kereta Bandara YIA Kulonprogo hari ini tersedia untuk layanan Reguler dan Xpress. Cek jam keberangkatan YIA-Tugu Jogja dan sebaliknya.
Jadwal KRL Palur-Jogja Kamis 20 Agustus 2026 tersedia dari pagi hingga malam. Simak waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 20 Agustus 2026 tersedia pagi hingga malam. Cek waktu keberangkatan dari tiap stasiun menuju Palur.
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.
Pemda DIY menyalurkan Rp1 miliar untuk NTT terdampak gempa dan membantu mahasiswa asal NTT di Jogja melalui pangan serta keringanan kuliah.