Lahan Sempit, Muncul Gagasan Pemakaman Alternatif Manusia Jadi Kompos
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
Agus Arif Nugroho menunjukkan stiker sebagai tanda bus pariwisata yang lolos pengecekan dari Terminal Giwangan di Kompleks Balai Kota Jogja, Kamis (21/10/2021)./Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA–Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja akan menguji coba one gate system untuk bus pariwisata mulai akhir pekan ini. Nantinya, bus pariwisata dengan berbagai jenis yang hendak masuk Jogja harus melalui Terminal Giwangan.
Petugas akan mengecek kelengkapan berupa kartu vaksin penumpang. Apabila semua penumpang sudah disuntik vaksin dan negatif Covid-19, petugas akan memberikan stiker pada pengemudi bus. Stiker ini sebagai syarat untuk bisa parkir di tempat parkir bus yang berada di Abu Bakar Ali, Ngabean, dan Senopati.
BACA JUGA: Tomi & Nani Sate Beracun Ternyata Belum Putus: Terima Kasih Atas Cintamu yang Luar Biasa
Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, uji coba dilakukan karena melihat banyak wisatawan yang masuk ke Jogja. Dengan turunnya level PPKM di DIY dari 3 menjadi 2, ada prediksi jumlah wisatawan akan meningkat.
Pada akhir pekan lalu, setiap hari terdapat 140 bus pariwisata yang mencoba masuk ke Jogja. “Meski busnya tidak masuk Jogja, namun orangnya tetap masuk Jogja,” kata Heroe dalam Jumpa Pers Uji Coba One Gate System di Kompleks Balai Kota Jogja, Kamis (21/10/2021).
“Intinya one gate system merupakan upaya mengamankan warga, wisatawan, dan seluruh pelaku usaha pariwisata di Jogja.”
Selain sebagai pemeriksaan, sistem ini juga untuk mengatur arus lalu lintas agar kemacetan di akhir pekan tidak akan meluas. Apabila ada bus pariwisata yang tidak melewati pemeriksaan di Terminal Giwangan, Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja, Agus Arif Nugroho, mengatakan kendaraan tersebut tidak akan mendapat tempat parkir.
Saat ini hanya ada tiga tempat parkir bus pariwisata di Jogja. Tidak ada tempat parkir milik warga yang menerima parkir bus. “Apabila mereka parkir di pinggir jalan, akan kami minta pindah,” kata Agus.
Pada dasarnya, one gate system ini merupakan implementasi dari pemerintah pusat. Seiring berjalannya uji coba, akan ada perbaikan dari beberapa hal. Adapun waktu pengecekan di terminal sekitar tujuh menit untuk satu bus. Selain bisa menggunakan aplikasi PeduliLindungi, penumpang juga bisa menunjukan bukti vaksin berupa kartu.
BACA JUGA: Jelang Laga di Maguwoharjo, Bus Arema Dirusak Menggunakan Gir, Batu, dan Rantai
“Kami ingin ekonomi tumbuh tapi tetap terkendali,” kata Agus.
“Sebesar 90 persen masyarakat yang datang ke DIY pengen ke Kota Jogja. Sebagian besarnya lagi, pengen ke Malioboro.”
Selain pemeriksaan di Terminal Giwangan, tim gabungan dari Pemkot Jogja juga akan memeriksa secara acak di tempat parkir, destinasi wisata, dan lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.