Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Anak-anak bermain di Taman Denggung, Dusun Denggung, Desa Tridadi, Sleman, Minggu (2/12/2018)./Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, SLEMAN-Banyaknya permasalahan keluarga yang muncul bagaikan fenomena gunung es. Merespon hal ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (P3AP2KB) Sleman mencanangkan program Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Keluarga Sejahtera yang Sembada (Kesengsem).
Kepala P3AP2KB Sleman, Suci Iriani Sinuraya, menjelaskan permasalahan keluarga dapat merugikan, menyengsarakan baik fisik maupun mental anak, orang tua maupun keluarga yang terkena, contohnya banyak anak korban perceraian karena kasus kekerasan dalam rumah tangga yang sangat berpengaruh terhadap pengasuhan yang sangat buruk.
“Kegagalan keluarga dalam melaksanakan tanggung jawab mengasuh dan melindungi anak, dikhawatirkan dapat mengakibatkan anak berada dalam kondisi rentan dan berisiko mengalami kekerasan, eksploitasi, penelantaran dan perlakuan salah lainnya,” ujarnya, Kamis (21/10/2021).
Merespon hal ini, Pemkab Sleman telah menyediakan layanan untuk keluarga dalam suatu wadah yang disebut dengan Puspaga Kesengsem, yang berfungsi sebagai layanan satu pintu keluarga, holistik integratif berbasis hak anak.
Baca juga: Terduga Perusak Bus Tim Arema FC di Jogja Ditangkap Polisi, Ternyata Bonek
Layanan ini meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengasuh dan melindungi anak serta terciptanya rujukan pengasuhan, pendidikan, kesehatan, perlindungan bagi anak dan orang tua atau keluarga guna menunjang tumbuh kembang anak secara optimal.
Puspaga Kesengsem memberi layanan Konsultasi, Konseling Pengasuhan Anak, Konseling Tumbuh Kembang Anak, Konseling Perkawinan, dan Layanan Informasi. Di samping melaksanakan layanan-layanan tersebut, Puspaga Kesengsem juga melaksanakan program Edukasi sesuai kebutuhan masyarakat, dan program Kelas Parenting Puspaga.
Layanan Puspaga Kesengsem bisa diakses gratis oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Layanan bisa dilakukan secara offline maupun online melalui jaringan Twitter di @puspaga_sleman, Instagram di @puspagakesengsem.sleman, Facebook di Puspaga Kesengsem Sleman dan Whatsapp di 0852-3637-2181.
“Puspaga Kesengsem berkomitmen memberikan edukasi dan informasi yang benar kepada keluarga, masyarakat tentang bagaimana mengasuh dan mendidik anak serta menjalankan fungsi kehidupan rumah tangga yang penuh dengan ketenangan, ketentraman, dan penuh cinta kasih sayang, sehingga terbentuk Keluarga yang Ramah Anak,” katanya.
Program ini merupakan salah satu wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak melalui pembangunan keluarga ramah anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Marc Marquez menang MotoGP Jerman 2026 di Sachsenring, Alex Marquez crash di lap 10. Ogura dan Fernandez di podium. Simak hasil dan analisisnya.
BTS "Swim" digugat di AS karena dituding jiplak lagu demo. BigHit Music bantah keras dan siap tempuh hukum. Musikolog Ed Sheeran jadi saksi ahli.
Argentina vs Inggris di semifinal Piala Dunia 2026. Rivalitas sengit dari Tangan Tuhan hingga kartu merah Beckham, saksikan duel Messi vs Bellingham
UMY menonaktifkan sementara dosen Farmasi yang diduga terlibat kasus pelecehan. Investigasi internal kampus dan Satgas PPKPT masih berlangsung.
Lagu rap Erling Haaland "Kygo Jo" jadi No.1 Spotify Norwegia usai di-remix Kygo. Simak kisah di balik lagu yang dibuat saat remaja ini.