Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Anak-anak bermain di Taman Denggung, Dusun Denggung, Desa Tridadi, Sleman, Minggu (2/12/2018)./Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, SLEMAN-Banyaknya permasalahan keluarga yang muncul bagaikan fenomena gunung es. Merespon hal ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (P3AP2KB) Sleman mencanangkan program Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Keluarga Sejahtera yang Sembada (Kesengsem).
Kepala P3AP2KB Sleman, Suci Iriani Sinuraya, menjelaskan permasalahan keluarga dapat merugikan, menyengsarakan baik fisik maupun mental anak, orang tua maupun keluarga yang terkena, contohnya banyak anak korban perceraian karena kasus kekerasan dalam rumah tangga yang sangat berpengaruh terhadap pengasuhan yang sangat buruk.
“Kegagalan keluarga dalam melaksanakan tanggung jawab mengasuh dan melindungi anak, dikhawatirkan dapat mengakibatkan anak berada dalam kondisi rentan dan berisiko mengalami kekerasan, eksploitasi, penelantaran dan perlakuan salah lainnya,” ujarnya, Kamis (21/10/2021).
Merespon hal ini, Pemkab Sleman telah menyediakan layanan untuk keluarga dalam suatu wadah yang disebut dengan Puspaga Kesengsem, yang berfungsi sebagai layanan satu pintu keluarga, holistik integratif berbasis hak anak.
Baca juga: Terduga Perusak Bus Tim Arema FC di Jogja Ditangkap Polisi, Ternyata Bonek
Layanan ini meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengasuh dan melindungi anak serta terciptanya rujukan pengasuhan, pendidikan, kesehatan, perlindungan bagi anak dan orang tua atau keluarga guna menunjang tumbuh kembang anak secara optimal.
Puspaga Kesengsem memberi layanan Konsultasi, Konseling Pengasuhan Anak, Konseling Tumbuh Kembang Anak, Konseling Perkawinan, dan Layanan Informasi. Di samping melaksanakan layanan-layanan tersebut, Puspaga Kesengsem juga melaksanakan program Edukasi sesuai kebutuhan masyarakat, dan program Kelas Parenting Puspaga.
Layanan Puspaga Kesengsem bisa diakses gratis oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Layanan bisa dilakukan secara offline maupun online melalui jaringan Twitter di @puspaga_sleman, Instagram di @puspagakesengsem.sleman, Facebook di Puspaga Kesengsem Sleman dan Whatsapp di 0852-3637-2181.
“Puspaga Kesengsem berkomitmen memberikan edukasi dan informasi yang benar kepada keluarga, masyarakat tentang bagaimana mengasuh dan mendidik anak serta menjalankan fungsi kehidupan rumah tangga yang penuh dengan ketenangan, ketentraman, dan penuh cinta kasih sayang, sehingga terbentuk Keluarga yang Ramah Anak,” katanya.
Program ini merupakan salah satu wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak melalui pembangunan keluarga ramah anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Rahmat Erwin Abdullah meraih emas Asian Games 2026 nomor 75 kg putra dengan total 366 kg. Ia juga mencatatkan rekor dunia lewat angkatan clean and jerk.
Elf rombongan wisatawan asal Bogor terguling di Tanjakan Bundelan, Gunungkidul. Satu penumpang tewas dan lima orang dirawat.
Oxford Economics merilis Global Cities Index 2026 yang memeringkat 1.000 kota. New York, London, dan Paris berada di tiga posisi teratas.
Harga cabai rawit di Sleman mencapai Rp70.000 per kilogram. Disperindag memastikan stok di pasar masih aman meski pasokan berkurang.
DPD PDI Perjuangan DIY menyampaikan dukacita atas wafatnya Guruh Soekarnoputra dan mengajak kader serta simpatisan mendoakan almarhum.