Pancuran 13 Guci Tegal Kembali Ramai Seusai Banjir
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Unggahan tentang persewaan iPhone. /ist-tangkapan layar
Harianjogja.com, JOGJA-- Sebuah unggahan tentang jasa persewaan menjadi viral di media sosial. Penyebabnya, jenis barang yang disewakan tidak lazim, yaitu iPhone, yang merupakan smartphone yang dikenal paling mahal.
Jasa persewaan iPhone ini diunggah oleh akun Facebook Marchelina Aghatha di grup Marketplace Surabaya. Dalam poster yang diunggahnya, disebutkan harga sewa per 24 jam untuk iPhone 6 Rp40.000, iPhone 6s Rp50.000, iPgone 6s plus Rp60.000, iPhone 7 plus Rp90.000, iPhone 8 Rp85.000, iPhone 8 plus Rp120.000 dan uPhone 7 Rp70.000.
Harga sewa iPhone X Rp140.000, iPhone Xs Rp160.000, iPhone Xs Max Rp180.000, iPhone Xr Rp140.000, iPhone 11 Rp250.000, iPhone 11 Pro Rp300.000 dan iPhone 11 Pro Ma Rp400.000.
Baca juga: Gaji Anak Magang Rp100.000 Per Bulan, Campuspedia Diperiksa Kemenaker
Dalam keterangannya, penyedia jasa sewa menyebutkan penyewaan ini ditujukan bagi orang yang ingin gaya. "mau gaya bisa sewa iphone bos, gausa beli kalo sewa lebih terjangkau," tulisnya dalam unggahan pada 25 Oktober 2021.
Postingan jasa sewa iPhone ini menjadi viral setelah dibagikan oleh akun @txtdarionlshop. "Bukaanmaen wkwk," tulisnya, pada Sabtu (30/10/2021).
Unggahan ini rupanya menarik perhatian warganet. Tweet ini pun dibagikan ulang 1.533 kali, dikomentari 1.163 kali dan disukai 9.182 kali.
Meski pengunggah persewaan iPhone itu menyebutkan tujuan persewaan adalah untuk orang yang ingin gaya, rupanya tidak semua warganet setuju dengan tujuan itu. Sejumlah warganet mengungkap bahwa tujuan menyewa smartphone elit ini bukan hanya untuk bergaya tetapi ada tujuan baik dan manfaat yang diperoleh.
Baca juga: Jokowi Minta G20 Atasi Kesenjangan Vaksin
Salah satu tujuannya adalah untuk mencoba mengoperasikan smartphone yang menggunakan sistem operasi telepon genggam iOS Apple yang dikenal dengan nama "iPhone OS". Sistem operasi ini berbeda dengan android.
"Btw ini ide cukup bagus loh... misal gw sebagai user android trus mau pindah ke iphone / huawei dan belum tau user experience & os hp itu jadi bisa nyobain dulu gitu
Jadi bukan buat pamer, tapi emang buat \'test drive\' aja. Btw, gak ada yang huawei nih?," tulis akun @Bensuharto.
Ada juga warganet yang mengungkap tujuan menyewa iPhone adalah untuk mengunggah konten saat ada event dan membuat review gadget.
"Kenapa ya perspektif sebagian orang sebatas cuma ((pengen gaya)) padahal usaha kayak gini inovatif dan ada sisi positifnya, mungkin yang masih ragu pakai iOS bisa uji coba seharian, buat kebutuhan event kalo upload instastory, atau bisa jg buat konten review gadget," kata @maharanifit.
Ada pula yang mengungkapkan tujuan lain yakni membuat video dengan kualitas bagus.
"Bisa juga nyewa buat bikin video tugas loh biar lebih bagus kualitas nya. Apalagi skrng jamannya daring, dan ga semua orang punya hp dengan kualitas baik yg bisa buat ngedit2/take video buat tugas dia," ungkap akun @jeangrngr.
Nah, itulah sejumlah manfaat yang bisa diambil dari jasa persewaan iPhone. Untuk Anda yang belum punya Iphone, apa tujuan Anda jika hendak menyewa iPhone?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
IDAI mengingatkan bahaya heat stroke pada anak saat cuaca panas ekstrem akibat El Nino. Orang tua diminta atur aktivitas dan cairan.
Defisit APBN April 2026 turun ke Rp164,4 triliun, keseimbangan primer kembali surplus Rp28 triliun.