Konser HUT Bantul Jadi Panggung 14 Musisi Lokal, UMKM Ikut Cuan
Konser Bantul Bumi Satriya menghadirkan 14 musisi lokal. Ribuan warga ikut menikmati hiburan gratis, sementara UMKM mendapat peluang tambahan pendapatan.
Ilustrasi penangkapan - StockCake
Harianjogja.com, BANTUL—Kasus dugaan pencurian sepeda ontel di Bantul berkembang ke arah lain setelah remaja berinisial ANY, 17, juga diketahui mengonsumsi obat terlarang jenis pil sapi. Polisi kini tidak hanya mendalami dugaan pencurian, tetapi juga menelusuri asal-usul obat yang dikonsumsi remaja tersebut.
Perkembangan terbaru itu membuat penanganan perkara melibatkan Satuan Reserse Narkoba Polres Bantul. Setelah menjalani pemeriksaan, ANY juga disiapkan untuk diserahkan ke Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bantul guna menentukan langkah medis dan sosial berikutnya.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan pemeriksaan intensif terhadap ANY telah dilakukan, Kamis (16/4/2026). Hingga kini, penyidik masih mendalami dari mana remaja itu memperoleh pil sapi.
“Hasilnya belum ada karena masih penyelidikan lebih lanjut. Fokus utama penyidik adalah menyelidiki dari mana yang bersangkutan mendapatkan pil sapi tersebut,” ujar Rita, Jumat (17/4/2026).
Karena ANY masih berstatus anak di bawah umur dan terdapat indikasi penyalahgunaan obat berbahaya, Polres Bantul mengambil langkah lanjutan dengan melibatkan BNNK Bantul. Penanganan berikutnya akan ditentukan berdasarkan hasil asesmen.
“Setelah pemeriksaan di Satresnarkoba selesai, selanjutnya ANY akan kami serahkan kepada Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bantul. Pihak BNNK yang nantinya akan menentukan tindak lanjut medis dan sosialnya, apakah akan direhabilitasi atau langkah lainnya sesuai regulasi yang berlaku,” kata Rita.
Berawal dari Dugaan Pencurian Sepeda Ontel
Sebelumnya, peristiwa ini bermula pada Selasa (14/4/2026) pagi. Saksi bernama Teguh Suroso semula mengantar ANY ke Terminal Giwangan untuk pulang ke rumahnya di Magelang, Jawa Tengah.
Namun sekitar pukul 11.00 WIB, ANY justru terlihat warga di Dusun Ngoto, di Bangunharjo, Sewon, Bantul, saat mencoba menaiki sepeda ontel milik warga yang sedang diparkir. Warga yang curiga kemudian mengamankan remaja tersebut.
Tak lama berselang, Teguh Suroso yang kebetulan melintas sepulang kerja mendapati ANY telah dikerubungi massa. Anggota Polsek Sewon yang dipimpin Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (Ka SPKT) lalu datang ke lokasi untuk mengamankan ANY dari amukan warga.
Saat diperiksa di Mapolsek Sewon, polisi menemui kendala karena ANY sulit diajak berkomunikasi dengan normal. Kondisinya tampak linglung dan pembicaraannya tidak nyambung, sehingga menguatkan dugaan bahwa ia masih berada di bawah pengaruh obat-obatan.
“Saat dimintai keterangan awal di Polsek, anak tersebut tidak dapat diajak berkomunikasi dengan baik karena diduga masih dalam pengaruh obat-obatan atau pil sapi,” jelas Rita.
Hingga kini, polisi telah mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda ontel. Pihak keluarga ANY di Magelang juga sudah dihubungi untuk proses pendampingan lebih lanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Konser Bantul Bumi Satriya menghadirkan 14 musisi lokal. Ribuan warga ikut menikmati hiburan gratis, sementara UMKM mendapat peluang tambahan pendapatan.
UNY menyiapkan tiga skema bantuan UKT bagi mahasiswa terdampak gempa NTT, mulai penundaan, pengurangan hingga pembebasan.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menyiapkan enam helikopter ambulans udara untuk menangani pasien gawat darurat di daerah terisolasi dan wilayah 3T.
Kementerian Haji dan Umrah menyerahkan 34 kasus haji dan umrah ke Bareskrim Polri. Sebanyak 137 laporan tercatat dalam register aduan.
Nilai JDIH Kalurahan Sleman dalam JDIH Award 2026 terpaut 23 poin. Pemkab mendorong pemerataan akses informasi hukum bagi warga.
Ketua DPRD Kulonprogo Aris Syarifudin menilai kemerdekaan harus diwujudkan lewat kesejahteraan, pekerjaan layak, dan harga pangan terjangkau.