Hadapi Kekeringan, Pemkab Sleman Siapkan Anggaran dan Dropping Air
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Warga bersama petugas BPBD Bantul memasang terpal untuk menutupi titik tanah longsor di Bodon, Banguntapan, Senin (1/11/2021)./ Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL—Hujan deras yang mengguyur wilayah Bantul memicu tanah longsor. Di Kalurahan Jagalan, Kapanewon Banguntapan, talut beserta jalan longsor lantaran tak mampu menahan derasnya air hujan. Tidak ada korban jiwa dalam bencana ini.
Ketua RT11 Dusun Jurang Bodon, Kalurahan Jagalan, Rasyid Siswanto menceritakan longsornya talut bermula dari intensitas hujan yang tinggi pada Minggu (31/10/2021). Derasnya air hujan masuk ke celah-celah paving block dan membuat tanah di bawahnya tergerus dan longsor. Kondisi ini diperparah dengan masuknya air dari lokasi yang lebih tinggi ke jalan yang ambrol. Sekitar pukul 13.00 WIB, jalan yang ditopang talut itu ambrol ke arah Sungai Winongo.
"Debit air yang mengalir terlalu besar. Jadi kemungkinan tanah di bawah jalan tak mampu menampung air karena tidak ada lubang air. Air keluar bersamaan dengan jebolnya talut," kata Rasyid, Senin (1/11/2021).
Menurut Rasyid, peristiwa itu baru pertama terjadi di Jurang Bodon. "Alhamdulillah saat longsor terjadi tidak ada warga yang melintas," katanya.
Akibat longsor yang terjadi, mobilitas warga setempat terganggu. Rasyid menjelaskan jalan yang longsor merupakan penghubung Kota Jogja dan Bantul. Warga untuk sementara harus memutar melalui jalan yang lain.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul, Bobot Ariffi Aidin menyatakan jajarannya meningkatkan pengawasan di sejumlah bendung untuk mengatur buka tutup pintu air. Selain itu, sejumlah material darurat disiapkan untuk berjaga-jaga jika terjadi bencana serupa. Di Bodon, bantuan berupa karung berisi pasir langsung diberikan. "Material darurat berupa pasir dan karung. Kami sudah mengirimkan 300 sak pasir untuk menutup tanah yang longsor, agar longsor tak meluas," katanya.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih yang meninjau lokasi bencana menyatakan segera mencari solusi terbaik untuk mengatasi persoalan yang terjadi. Letak jalan yang longsor yang berada di perbatasan Bantul dan Kota Jogja membuat Pemkab harus berkoordinasi dengan Pemkot Jogja dan BPBD DIY.
"Warga bekerja bakti menutup tanah yang ambrol dengan talut sementara. Harapannya agar ini bisa dilewati sementara waktu, tapi tentu harus hati-hati terutama saat hujan kembali turun," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.