Klaten Diserbu Wisatawan Saat Lebaran Posisi Kedua Jateng
Kunjungan wisata Klaten saat Lebaran 2026 tembus 555.460, naik 11 persen dan jadi peringkat dua di Jateng.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, KLATEN—PT Jogjasolo Marga Makmur (JMM) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk ruas Solo-Jogja-Bandara YIA Kulonprogo menargetkan pembangunan jalan tol Seksi Kartasura-Purwomartani, Kalasan, Sleman, selesai pada Agustus 2023.
General Manager Lahan dan Utilitas PT Jogjasolo Marga Makmur (JMM), Muhammad Amin, mengatakan proyek fisik jalan tol di Klaten sudah memasuki dua wilayah kecamatan yakni Kecamatan Polanharjo dan Delanggu. Wilayah Klaten masuk dalam seksi I Kartasura-Purwomartani sepanjang 42,3 km. “Target pada 2021 kalau tidak salah untuk konstruksi 25 persen dari total seksi, sampai Ngawen. Saat ini kami fokus di struktur membuat boks jalan dan boks air serta sebagian untuk menguruk,” kata Amin saat ditemui di Pemkab Klaten, Kamis (4/11/2021).
BACA JUGA: Tol Gamping-Bandara YIA Lewat Ring Road, Dokumen Beres Tahun Depan
Amin menjelaskan pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi I Kartasura-Purwomartani ditargetkan rampung pada 17 Agustus 2023. Dia optimistis proyek pembangunan tersebut rampung tepat waktu.
Amin memastikan dua situs cagar budaya di Klaten Aman aman. Dua cagar budaya itu yakni yoni dengan ornamen menyerupai kepala kura-kura di Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo dan situs Wonoboyo yang pernah menjadi lokasi penemuan artefak emas dan perak peninggalan Mataram Kuno.
Amin menjelaskan kedua lokasi tersebut bakal dilompati jalan tol. Artinya, tidak ada pemindahan benda cagar budaya dengan membangun jalan tol berada di atas kedua kawasan tersebut. “Jadi cagar budaya itu akan kami loncati. Ada jembatan kecil. Misalkan yoni nanti ada di bawah [jalan tol], tetapi ada akses bagi warga atau dari balai yang mau melakukan perawatan atau sembahyang dan lain-lain,” kata dia.
Rekayasa teknis dengan membikin jalan tol berada di atas situs juga dilakukan di kawasan situs Wonoboyo. Namun, bentang jembatan yang ada di situs Wonoboyo bakal lebih panjang dibandingkan di Keprabon. “Wonoboyo nanti [jalan tol] dibikin jembatan elevated [di atas situs] panjangnya 200an meter. Kalau untuk Keprabon tidak panjang meloncatinya,” kata Amin.
Amin mengatakan sebelumnya sudah berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah. Rekayasa teknis dengan membangun jalan tol melintasi di atas kawasan situs itu sesuai dengan rekomendasi dari BPCB.
Sebelumnya, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten, Yuli Budi Susilowati, menjelaskan sudah ada pembahasan dengan pelaksana proyek Tol Jogja-Solo ihwal keberadaan dua situs cagar budaya di sepanjang rencana ruas jalan tol. Dari pembahasan kali terakhir, pelaksana proyek bakal melakukan rekayasa teknik dengan membikin jalan tol melintas di atas kedua situs tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Enam pelabuhan di NTT terdampak gempa, termasuk Labuan Bajo. Kemenhub melakukan pemeriksaan untuk memastikan keamanan fasilitas.
Sebanyak 61 mahasiswa KKN UMY di NTT aman setelah gempa M7,7. Mereka dievakuasi ke perbukitan menyusul peringatan tsunami.
Kolaborasi akademisi lintas kampus mendorong kebencanaan inklusif, penguatan disabilitas, dan ekonomi warga di kawasan Merapi.
Bareskrim membongkar dugaan penyelundupan emas ilegal oleh dua WN India di Sunter. Polisi menemukan 2,5 kg emas dan residu 18 kg.
Taiwan membidik wisatawan Indonesia dengan wisata ramah Muslim, kuliner, budaya, hingga destinasi lokal untuk libur akhir tahun dan Tahun Baru.