Lahan Sempit, Muncul Gagasan Pemakaman Alternatif Manusia Jadi Kompos
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
Para peserta didik sedang melakukan kegiatan dalam PTM hari pertama di SMKN 1 Jogja, Senin (19/4/2021). /Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Kota Jogja melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 berencana melakukan skrining acak terhadap peserta didik dan guru di tiap sekolah. Skrining pada sekolah yang telah menjalankan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) ini sebagai upaya memastikan tidak ada penularan kasus.
Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, motode skrining menggunakan tes cepat antigen. Pemeriksaan pada peserta didik dan guru dilakukan untuk mendeteksi dan memastikan tidak ada penularan kasus Covid-19 dalam pelaksanaan PTM di Kota Jogja.
“Sekarang masih dalam persiapan," kata Heroe yang juga Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Kamis (4/11)."Pelaksanaannya akan dilakukan di semua sekolah."
Tidak hanya pada peserta didik dan guru, skrining juga rencananya menyasar petugas layanan umum dan petugas yang memiliki risiko tinggi terpapar Covid-19. "Misalnya aparatur sipil negara yang bertugas di layanan umum, personel Satuan Polisi Pamong Praja atau personel keamanan di Malioboro," kata Heroe.
BACA JUGA: Tol Jogja-YIA Kembali ke Desain Awal, Ini Permintaan Sultan
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani, skrining acak akan bisa dilaksanakan pada bulan November ini. Skrining dimulai dari peserta didik dan guru. "Akan dipilih 30 peserta didik dan tiga guru atau pendidik di tiap sekolah sebagai sampel yang akan menjalani tes cepat antigen," kata Emma.
Skrining acak ini berlaku untuk jenjang PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA atau sederajat. Rencananya, pemeriksaan ini akan berjalan rutin. Sehingga nantinya peserta didik dan guru yang menjadi sampel dari tiap sekolah terus berubah. Perkiraan ada 1.000 sampel dalam skrining peserta didik dan guru ini.
Adapun petugas yang memeriksa berasal dari tenaga kesehatan Puskesmas yang berada di wilayah sekolah berada. "Kami tentunya siap. Tinggal berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga untuk pelaksanaannya," kata Emma.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.