APBD DIY 2027 Disiapkan Rp4,93 Triliun, Fokus pada Tiga Hal Ini
APBD DIY 2027 dirancang Rp4,93 triliun. Sri Sultan HB X fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Penyebaran covid-19 dari Klaster Takziah Sedayu Bantul mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman. Pasalnya per Jumat (5/11/2021) sebaran kasus ini sudah mencapai 69 kasus.
Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama mengatakan hingga Jumat pagi data persebaran klaster ini di Sleman tercatat menjadi 69 kasus. Dari segi wilayah, persebaran klaster ini terjadi di tujuh kapanewon. Padahal sebelumnya hanya tercatat hanya di 4-5 kapanewon.
Saat ini, selain di Kapanewon Seyegan, Gamping, Godean, Minggir dan Moyudan klaster ini juga tersebar di Ngaglik dan Depok. Hanya saja di Ngaglik dan Depok masing-masing ditemukan satu kasus. "Sebaran kasus Klaster Sedayu Bantul ini berjumlah 69 kasus terdiri dari 47 laki-laki dan 22 perempuan," kata Cahya kepada Harian Jogja, Jumat (5/11/2021).
Dinkes mencatat, kasus terbanyak klaster ini berada di Kapanewon Godean totalnya tercatat 31 kasus. Sebanyak 16 kasus ditangani di Puskesmas Godean 1 dan 15 kasus di Puskesmas Godean 2. Terbanyak kedua berada di Kapanewon Gamping dengan total 16 kasus. Sebanyak 14 kasus tercatat di Puskesmas Gamping 1 dan dua kasus di Pusmesmas Gamping 2.
BACA JUGA: Buntut Kasus Dugaan Penyiksaan di Penjara Sleman, 5 Petugas Lapas Dicopot
Di Puskesmas Moyudan tercatat sebanyak 9 kasus, Puskesmas Minggir (6 kasus), Puskesmas Seyegan (5 kasus), Puskesmas Ngaglik 2 dan Puskesmas Depok 3 masing-masing ditemukan satu kasus.
Diakui Cahya, penyebaran klastsr ini terjadi begitu cepat sehingga Dinkes menaruh perhatian besar agar jumlah klaster tidak terus bertambah. "Sejak kejadian awal pada 30 Oktober hanya empat kasus namun per 5 November atau dalam waktu tujuh hari bertambah menjadi 69 kasus," terang Cahya.
Cepatnya penyebaran pada klaster ini, lanjut Cahya, karena warga yang terpapar berstatus sebagai OTG (orang tanpa gejala). Selain itu, setelah vaksinasi terjadi pengendoran protokol kesehatan sehingga mempercepat penyebaran kasus. Kedua hal ini yang memicu cepatnya penyebaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
APBD DIY 2027 dirancang Rp4,93 triliun. Sri Sultan HB X fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan.
Stafsus Menhan Lenis Kogoya meminta TPNPB menghentikan kekerasan terhadap warga sipil Papua serta tidak mengganggu peringatan HUT ke-81 RI.
film berdurasi 1 jam 38 menit tersebut memberikan gambaran visual mengenai dampak penyalahgunaan narkoba sekaligus upaya pencegahannya.
Enam tangki air bersih disalurkan Gerindra untuk warga Karangtengah, Imogiri, Bantul, yang kembali menghadapi krisis air saat musim kemarau.
Pembangunan gedung baru DPRD DIY di Jalan Kenari mencapai 84,832% dan lebih cepat dari target. Proyek ditargetkan rampung 6 Desember 2026.
Pendidikan karakter dinilai tidak cukup hanya diberikan sebagai materi pelajaran di sekolah, tetapi harus dibentuk menjadi kebiasaan