Gerak Cepat Pemkab Klaten Pulihkan Pasar Bayat Pascakebakaran
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
Aktivitas di Pantai Gesing di Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang. Di wilayah ini akan dibangun pelabuhan pendaratan ikan dan proses sudah memasuki tahapan pembebasan lahan. foto diambil 28 Februari 2021-Harian Jogja/David Kurniawan.
Harianjogja.com, BANTUL--Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Salim Segaf Al-Jufri mendorong DIY untuk mengembangkan wisata halal. Karena DIY menjadi salah satu provinsi dari delapan propinsi yang masuk dalam perioritas pengembangan ekonomi syariah.
Salim Segaf mengatakan wisata halal menjadi kebutuhan bagi wisatawa, terlebih DIY merupakan salah satu daerah kunjungan wisatawan terbesar setelah Bali. Wisatawan yang berkunjung ke Bali sebagian besar akan berkunjung ke DIY.
Wisata halal dapat memfasilitasi wisatawan dari negara-negara tertentu yang menginginkan makanan halal. “Jadi bukan hanya wisatawan dari negara-negara tertentu saja. Harus datangkan juga wisatawan dari negara yang ingin mendapatkan makanan halal dan sebagainya,” kata Salim Segaf, seusai sarasehan bersama para seniman dan budayawan di Rumah Budaya Tembi, Sabtu (6/11/2021).
BACA JUGA : Gagasan Wisata Halal Belum Dipahami Semua Pelaku
Mantan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi dan Oman periode 2005-2009 ini optimistis label wisata halal akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke DIY. Dari banyaknya kunjungan wisatawan tersebut akan berimbas pada peningkatan perekonomian warga.
Anggota Fraksi PKS DPRD DIY Amir Syarifudin mengatakan sosol Salim Segaf punya perhatian besar untuk mendatangkan wisatawan dari mancanegara ke Indonesia. Selain pernah menjadi duta besar untuk negara-neara Arab, Salim disebut juga sering berkunjung ke Eropa. Salah satu yang menjadi persolan adalah perlunya wisatawan dari negara tertentu untuk mendapatkan akses makanan dan fasilitas halal, “Bagaimana kebutuhan-kebutuhan wisatawan seperti untuk mendapatkan makanan halal tersedia,” ucap Amir.
Menurut dia, wisata halal tidak identik dengan penerapan syariah, namun sudah menjadi kebutuhan bagi wisatawan, “Agama itu urusannya kiai-kiai. Wisata halal diperlukan karena memang ada wisatawan yang membutuhkannya,” ujar Amir.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, sebelumnya mengatakan perlunya menggarap wisata halal untuk menggaet wisatawan muslim, salah satunya dengan menyediakan fasilitas kebutuhan wisatawan agar nyaman. Wisata halal, baginya bukan berarti wisata syariah namun lebih pada pelayanan yang merata untuk semua wisatawan, termasuk wisatawan muslim.
“Misalnya kalau butuh makanan, makanan itu perlu ada penjelasan bahwa makanan itu aman dan halal untuk dimakan. Di penginapan bisa menyediakan sajadah dan arah kiblat,” kata Kwintarto.
Sebelumnya, Direktur Infrastruktur Ekositem Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat saat berkunjung ke DIY, pada Selasa, pekan lalu, mengatakan DIY menjadi salah satu dari delapan provinsi yang masuk dalam perioritas pengembangan ekonomi syariah.
BACA JUGA : Wapres Sebut Pengembangan Wisata Halal Terhambat
Kedelapan provinsi termasuk DIY masuk perioritas pengembangan ekonomi syariah tersebut berdasarkan riset dan ditemukan ada delapan provinsi yang memiliki potensi besar untuk awal pengembangan ekonomi syariah.
“Salah satu tolak ukurnya dari kultur bahwa DIY berasal dari Kasultanan Mataram berbasis Islam. Kemudian konsep halal sudah terinternalisasi oleh masyarakat DIY. Kemudian lahirnya organisasi keagamaan besar juga di sini,” kata Emir Hidayat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Rabu 14 Oktober 2026 tersedia untuk 5 rute. Simak jam keberangkatan dan tarif Rp80.000 per penumpang.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 14 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 14 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 14 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Stasiun Palur pada Rabu 14 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.