Gagasan Wisata Halal Belum Dipahami Semua Pelaku Wisata di Bantul

Ribuan orang mengikuti Jogja Sunset Run di Laguna Depok, Parangtritis, Kretek, Bantul, Sabtu (29/6/2019). - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
05 November 2019 04:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Dinas Pariwisata Bantul saat ini masih terus berdiskusi dengan Dinas Pariwisata DIY dan sejumlah pelaku wisata untuk menyamakan konsep wisata halal agar pelaku wisata di sejumlah objek wisata tidak salah memahami.

Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan perlunya menggarap wisata halal untuk menggaet wisatawan muslim, salah satunya dengan menyediakan fasilitas kebutuhan wisatawan agar nyaman. Wisata halal, baginya bukan berarti wisata syariah namun lebih pada pelayanan yang merata untuk semua wisatawan, termasuk wisatawan muslim.

“Misalnya kalau butuh makanan, makanan itu perlu ada penjelasan bahwa makanan itu aman dan halal untuk dimakan. Di penginapan bisa menyediakan sajadah dan arah kiblat,” kata Kwintarto, Senin (4/10/2019).

Sejauh ini, kata Kwintarto, tren wisata halal sudah disampaikan ke pengelola objek wisata dan mendapat sambutan baik, “Tapi masih dalam taraf sosialisasi. Taraf gagas bicara ke beberapa pihak. Belum keseluruhan gagasan itu dipahami, mereka apresiasi sekalipun praktik belum. Ada hal menarik, tapi eksekusinya belum,” kata Kwintarto.

Pihaknya juga belum mendapat petunjuk khusus terkait wisata halal dari Kementerian Pariwisata. Namun demikian baginya pariwisata adalah memberikan pelayanan bagi semua wisatawan tanpa membeda-bedakan sehingga wisatawan tidak terhambat saat berkunjung ke suatu objek wisata. “Kami selama ini mengedepankan frendly tourism,” ujar Kwintarto.