Upgrade Mobil Makin Mudah, OLXmobbi Hadir di GIIAS 2026
OLXmobbi kembali jadi mitra trade-in GIIAS 2026 dengan cashback hingga Rp35 juta dan proses cepat kurang dari satu jam.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN--Hingga kini belum ada penambahan klaster Sedayu Bantul di Sleman. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman masih mencatat jumlah kasus dari klaster ini di Sleman sebanyak 69 kasus.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan belum ada laporan penambahan jumlah warga yang kembali masuk klaster Takziah Sedayu, Bantul. "Belum ada laporan penambahan jumlah kasus dari klaster ini. Hari ini [kemarin] hanya dilaporkan tambahan tujuh kasus (di luar klaster tersebut)," katanya saat dikonfirmasi Minggu (7/11/2021).
BACA JUGA : Klaster Takziah di Sleman Kini Sudah Menyebar di 7 Kecamatan, Terbanyak Godean
Dijelaskan Evie, penanganan klaster ini sudah dilakukan oleh Dinkes sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang sudah di tetapkan. Sejak kasus muncul akhir Oktober lalu, Dinkes langsung menerapkan 3T (testing, tracing dan treatment) agar kasus semakin tidak meluas. "Tentu Dinkes menerapkan 3T sesuai SOP namun kami ingatkan kembali agar masyarakat tidak kendor menerapkan protokol kesehatan," katanya.
Meskipun sudah mendapatkan vaksinasi baik dosis pertama maupun kedua, lanjut Evie, masyarakat diminta untuk tetap disiplin menjalankan 5 M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas yang tidak perlu).
"Dengan tetap mematuhi dan menjalankan prokes 5M, mudah-mudahan tidak ada lagi penambahan kasus positif Covid-19," katanya.
Hal senada disampaikan, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo. Ia mengaku sudah menginstruksikan kepada lurah, panewu, serta PKK agar ikut mengingatkan masyarakat untuk disiplin menerapkan prokes. Terutama saat masyarakat menggelar kegiatan takziah, resepsi dan lainnya.
"Jangan sampai ada klaster-klaster lagi. Kami mengingatkan kembali masyarakat untuk tidak lengah karena pandemi masih belum berakhir. Tetap jalankan prokes dan jangan diabaikan meskipun sudah divaksin," ucapnya.
BACA JUGA : Dinkes Bantah Klaster Takziah Menyebar ke Gunungkidul
Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama menjelaskan jumlah warga Sleman yang terpapar Covid-19 pada klaster ini sebanyak 69 kasus. Selain di Kapanewon Seyegan, Gamping, Godean, Minggir dan Moyudan klaster ini juga tersebar di Ngaglik dan Depok. "Sebaran kasus Klaster Sedayu Bantul ini berjumlah 69 kasus terdiri dari 47 laki-laki dan 22 perempuan," kata Cahya kepada Harian Jogja, Jumat (5/11).
Kasus terbanyak klaster ini berada di Kapanewon Godean sebanyak 31 kasus, Kapanewon Gamping dengan 16 kasus, Kapanewon Moyudan (9 kasus), Minggir (6 kasus), Seyegan (5 kasus), Ngaglik dan Depok masing-masing ditemukan satu kasus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OLXmobbi kembali jadi mitra trade-in GIIAS 2026 dengan cashback hingga Rp35 juta dan proses cepat kurang dari satu jam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
RSUD Panembahan Senopati Bantul meluncurkan Si Banter untuk mempermudah pembayaran tagihan rumah sakit melalui digitalisasi dan QRIS.
Prabowo menyebut Indonesia menghabiskan hingga Rp535 triliun per tahun untuk impor BBM. Pemerintah mendorong kendaraan listrik dan EBT.