Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Kesehatan memastikan klaster penyebaran virus corona dari kegiatan takziah di Kapanewon Sedayu, Bantul tidak sampai menyebar ke Gunungkidul. Meski demikian, masyarakat diminta tetap mewaspadai penularan dengan terus mematuhi protokol kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, sudah melakukan tracing berkaitan dengan adanya warga Gunungkidul yang tertular virus corona dari kegiatan takziah di Kapanewon Sedayu, Bantul. Meski demikian, hasil penelusuran dipastikan tidak ada warga lain yang tertular dari klaster tersebut.
“Tidak ada,” kata Dewi, Jumat (5/11/2021).
BACA JUGA: Usai Temui Putra Mahkota Abu Dhabi, Jokowi Bawa Oleh-oleh Investasi Rp468 Triliun
Menurut dia, potensi penularan virus corona masih terjadi, namun jumlahnya terhitung sedikit. Sebagai gambaran, pada Jumat dilaporkan tidak ada tambahan kasus baru. Sedangkan untuk pasien sembuh ada tambahan enam orang.
“Total kasus corona di Gunungkidul ada 17.918 orang yang dinyatakan positif. Dari jumlah ini, 16.867 pasien dinyatakan sembuh, 22 orang masih menjalani perawatan dan sebanyak 1.209 warga dinyatakan meninggal dunia karena corona,” ungkapnya.
Meski angka penularan masih terkendali, Dewi mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi penularan. Selain terus menggerakan program vaksinasi, warga juga diminta untuk tetap patuh menjalankan protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran virus corona.
“Tidak boleh abai karena potensi penularan masih bisa terjadi. Jadi, tetap harus dispilin dan patuh menjalankan protokol kesehatan,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Bupati Gunungkidul, Sunaryanta. Menurut dia, kedisiplinan dari masyarakat merupakan kunci agar tidak terjadi lonjakan kasus gelombang ketiga di Bumi Handayani.
“Masyarakat harus berpartisipasi untuk mencegah terjadinya gelombang ketiga penularan dengan terus menjalankan protokol kesehatan. Selain itu, upaya vaksinasi juga akan terus digencarkan di seluruh wilayah,” katanya.
Sunaryanta mengungkapkan dengan kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan juga sebagai upaya mempercepat pemulihan ekonomi yang terkontraksi karena wabah. “Untuk pemulihan dengan cara pengembangan ekonomi kerakyatan, kepariwisataan dan investasi. Ketiganya ini jadi kunci utama untuk bangkit,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.