Hakim Batalkan Status Tersangka Raudi Akmal, Praperadilan Dikabulkan
Kuasa hukum Raudi Akmal menilai sejak awal tidak ada dua alat bukti yang cukup usai PN Sleman mengabulkan sebagian praperadilan.
Gudeg manggar/Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, BANTUL—Setelah gudeg manggar ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia, Kundha Kabudayan (Dinas Kebudayaan) Bantul mulai menyusun strategi pelestarian dan pengembangannya. Sosialisasi hingga festival gudeg manggar menjadi salah satu wacana pengembangan.
Kepala Kundha Kabudayan Bantul, Nugroho Eko Setyanto, mengatakan pengembangan gudeg manggar wajib dilakukan pemerintah maupun masyarakat. "Penetapan itu proses perlindungan. Selanjutnya adalah pengembangan dan pemanfaatan," katanya, Rabu (10/11/2021).
Menurutnya, setelah ditetapkan sebagai WBTB, gudeg manggar tidak boleh berhenti dikembangkan. Jika tidak ada pengembangan, status sebagai warisan bisa dicabut. Oleh karena itu, rencana pengembangan telah dirancang dengan berbagai bentuk kegiatan seperti festival gudeg manggar, sosialisasi, pelatihan pengemasan hingga pelatihan pemasaran.
Kundha Kabudayan Bantul telah menggelar penelitian di salah satu pusat gudeg manggar di Mangir, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan. Nugroho menjelaskan Mangir merupakan lokasi asal gudeg manggar yang dibuat pada zaman kerajaan Mataram.
"Dalam penelitian, gudeg manggar ada sejak zaman Ki Ageng Mangir. Pengolahan gudeng manggar salah satunya diinisiasi istri Ki Ageng Mangir. Zaman dulu, gudeg manggar selalu dihidangkan untuk acara ritual dan acara keseharian," ujarnya.
Kini gudeg manggar telah menyebar ke seantero Bantul, seperti di Kapanewon Srandakan dan Bantul. "Dari sisi jumlah hampir semua orang yang bisa memasak gudeg hampir bisa membuat gudeg manggar," ujarnya.
Meski saat ini gudeg nangka lebih dikenal, penikmat gudeg manggar tak kalah banyak. Bahkan di Bantul gudeg manggar termasuk hidangan yang selalu disuguhkan untuk menjamu tamu saat Lebaran. Nugroho menyebutkan kegiatan pengembangan paling cepat diselenggarakan pada 2022. Nantinya, Dinas Kebudayaan Bantul akan menggandeng sejumlah organisasi perangkat daerah terkait.
Sebelumnya, salah satu pembuat olahan kuliner gudeg manggar Bu Seneng Srandakan, Sri Haryanti mengaku senang dengan adanya penetapan gudeg manggar sebagai warisan budaya. Dia berharap ke depannya ada bantuan promosi agar gudeg manggar semakin terkenal.
"Bagus kalau gudeg manggar ditetapkan sebagai warisan budaya, soalnya jarang juga sekarang yang memasak gudeg manggar. Masyarakat tahunya hanya gudeg nangka," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kuasa hukum Raudi Akmal menilai sejak awal tidak ada dua alat bukti yang cukup usai PN Sleman mengabulkan sebagian praperadilan.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.