40.000 Pengunjung Ditargetkan Datang ke Magelang, UMKM dan Warga Jadi Sasaran
Pemkot Magelang berharap kedatangan pengunjung dalam berbagai kegiatan tersebut dapat memberi efek lanjutan bagi perekonomian lokal.
Unggahan Humas Polda DIY, Kombes Yulianto di grup ICJ.
Harianjogja.com, JOGJA- Media sosial tidak hanya bisa menjadi sarana penghubung seseorang dengan orang lainnya. Media sosial bisa membuktikan jadi penyambung lidah antara rakyat dengan aparat penegak hukum, dan sebaliknya.
Hal ini terjadi di media sosial Facebook. Seorang warganet mengunggah sebuah pertanyaan di grup Info Cegatan Jogja (ICJ) yang merupakan grup dengan anggota lebih dari 1,1 juta warganet.
Dalam unggahannya, warganet itu menulis pertanyaan tentang kasus jika sepeda motor ditahan di polsek. "Lur mau nanya. Ada yang pernah mengalami motor ditahan di polsek karena laka, untuk membantu proses pencairan Jasa Raharja yang mau saya tanyakan, proses pengambilan motor e di polres pripun nggih?? Bayar berapa seharusnya? Mohon bantuannya nggeh, soale sudah seminggu lebih ditahan. Kalau ada kabar sudah terback up Jasa Raharja, katanya bisa diproses motor keluar. Tapi proses pengambilannya ditarik ulur. Ada yang punya solusi menowo jalan keluar. Matur nuwun sebelumnya."
Unggahan pertanyaan tersebut rupanya menarik perhatian pejabat Polda DIY. Karenanya, Humas Polda DIY, Kombes Yulianto kemudian memberikan respon. Yulianto menjawab pertanyaan warganet itu dengan cara yang tegas dan jelas.
Ia memotret layar pada unggahan warganet tersebut. Hasil tangkapan layar itu kemudian diunggahnya di grup yang sama, ICJ, pada Rabu (9/11/2021). Namun, saat mengunggah tangkapan layar tersebut, Yulianto menambahkan tulisan besar di atasnya berbunyi "GRATIS". Artinya, ia menegaskan bahwa pengambilan sepeda motor korban kecelakaan di Polres tidak dipungut biaya atau gratis.
Unggahan Yulianto ini mendapatkan beragam tanggapan dari warganet. Dalam waktu kurang dari 24 jam, unggahan ini dikomentari hingga 40.800 warganet. Ada yang pro maupun kontra. Salah satu tanggapan yang mendukung adalah akun Yunni.
"4th yg lalu aku laka lantas di sleman motor ditahan pas pengambilan gratis gak di pungut biaya ki ... dan tidak di ngel2 juga." tulis akun Yunni.
Namun, ada pula tanggapan kontra, seperti dari akun Sumadi Sumadi, yang menanggapi dengan sindiran. "Sudah pernah dengar juga belum?Dulu ada yg bilang daftar polisi itu juga gratis," katanya.
Rupanya, Yulianto pun tergerak menanggapinya lagi. Ia pun berkomentar untuk menegaskan bahwa masuk polisi itu gratis. "Sumadi Sumadi gratis mas, monggo ngopi sama saya tak critani lehku ndaftar dadi polisi [Gratis mas, mari minum kopi sama saya, saya ceritakan saat saya mendaftar jadi polisi]," kata Yulianto.
Yulianto memang dikenal sebagai pejabat Polda DIY yang aktif bermedia sosial. Ia beberapa kali mengunggah informasi di grup ICJ, ia juga beberapa kali menanggapi pertanyaan warganet.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Magelang berharap kedatangan pengunjung dalam berbagai kegiatan tersebut dapat memberi efek lanjutan bagi perekonomian lokal.
Profil Tito Karnavian, mulai dari pendidikan, perjalanan karier di Polri, prestasi sebagai Kapolri, hingga kontroversi sebelum menjadi Mendagri.
Polda DIY menyita 6.182 botol miras ilegal dan membongkar empat industri rumahan miras oplosan di Bantul.
CPNS 2026 direncanakan dibuka November. Simak informasi jadwal pendaftaran, perkiraan 160.000 formasi, dan syarat umum seleksi.
Potensi EBT Indonesia mencapai 3.688 GW, tetapi pemanfaatannya masih di bawah 0,5%. DEN mengungkap kendala investasi dan teknologi.
Baliho Matahari di pintu masuk Jogja City Mall terbakar Sabtu dini hari. Kebakaran diduga dipicu percikan api alat las.