Magelang Perkuat Koordinasi Jelang Lebaran dan Arus Mudik
Pemkab Magelang memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga keamanan, inflasi, dan kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Unggahan Humas Polda DIY, Kombes Yulianto di grup ICJ.
Harianjogja.com, JOGJA- Media sosial tidak hanya bisa menjadi sarana penghubung seseorang dengan orang lainnya. Media sosial bisa membuktikan jadi penyambung lidah antara rakyat dengan aparat penegak hukum, dan sebaliknya.
Hal ini terjadi di media sosial Facebook. Seorang warganet mengunggah sebuah pertanyaan di grup Info Cegatan Jogja (ICJ) yang merupakan grup dengan anggota lebih dari 1,1 juta warganet.
Dalam unggahannya, warganet itu menulis pertanyaan tentang kasus jika sepeda motor ditahan di polsek. "Lur mau nanya. Ada yang pernah mengalami motor ditahan di polsek karena laka, untuk membantu proses pencairan Jasa Raharja yang mau saya tanyakan, proses pengambilan motor e di polres pripun nggih?? Bayar berapa seharusnya? Mohon bantuannya nggeh, soale sudah seminggu lebih ditahan. Kalau ada kabar sudah terback up Jasa Raharja, katanya bisa diproses motor keluar. Tapi proses pengambilannya ditarik ulur. Ada yang punya solusi menowo jalan keluar. Matur nuwun sebelumnya."
Unggahan pertanyaan tersebut rupanya menarik perhatian pejabat Polda DIY. Karenanya, Humas Polda DIY, Kombes Yulianto kemudian memberikan respon. Yulianto menjawab pertanyaan warganet itu dengan cara yang tegas dan jelas.
Ia memotret layar pada unggahan warganet tersebut. Hasil tangkapan layar itu kemudian diunggahnya di grup yang sama, ICJ, pada Rabu (9/11/2021). Namun, saat mengunggah tangkapan layar tersebut, Yulianto menambahkan tulisan besar di atasnya berbunyi "GRATIS". Artinya, ia menegaskan bahwa pengambilan sepeda motor korban kecelakaan di Polres tidak dipungut biaya atau gratis.
Unggahan Yulianto ini mendapatkan beragam tanggapan dari warganet. Dalam waktu kurang dari 24 jam, unggahan ini dikomentari hingga 40.800 warganet. Ada yang pro maupun kontra. Salah satu tanggapan yang mendukung adalah akun Yunni.
"4th yg lalu aku laka lantas di sleman motor ditahan pas pengambilan gratis gak di pungut biaya ki ... dan tidak di ngel2 juga." tulis akun Yunni.
Namun, ada pula tanggapan kontra, seperti dari akun Sumadi Sumadi, yang menanggapi dengan sindiran. "Sudah pernah dengar juga belum?Dulu ada yg bilang daftar polisi itu juga gratis," katanya.
Rupanya, Yulianto pun tergerak menanggapinya lagi. Ia pun berkomentar untuk menegaskan bahwa masuk polisi itu gratis. "Sumadi Sumadi gratis mas, monggo ngopi sama saya tak critani lehku ndaftar dadi polisi [Gratis mas, mari minum kopi sama saya, saya ceritakan saat saya mendaftar jadi polisi]," kata Yulianto.
Yulianto memang dikenal sebagai pejabat Polda DIY yang aktif bermedia sosial. Ia beberapa kali mengunggah informasi di grup ICJ, ia juga beberapa kali menanggapi pertanyaan warganet.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Magelang memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga keamanan, inflasi, dan kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Plt Jampidsus Rudi Margono memastikan penanganan perkara korupsi tetap berjalan usai pengunduran diri Febrie Adriansyah.
Pemda DIY menilai Gunungkidul memiliki potensi besar mengembangkan wisata geopark, kakao, kopi, dan durian dengan prinsip keberlanjutan.
KPK merespons pelimpahan tiga perkara dugaan korupsi terkait Febrie Adriansyah ke Kejaksaan dan mengajak publik menghormati proses hukum.
KPK membuka peluang memeriksa suami Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam kasus dugaan pemerasan di Pemkab Sukoharjo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 12 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan mulai pukul 05.00 WIB.