Indomaret Yogyakarta Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan
Indomaret Cabang Yogyakarta Bersama PMI Sleman kembali Gelar Aksi Donor Darah Disertai Pemeriksaan Mata dan Cek Kesehatan Gratis Dari Puskesmas Gamping 2
Penganugerahan keterbukaan informasi badan publik tahun 2021 yang bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional dilaksanakan pada Rabu, 10 November 2021, di Hotel Alana Yogyakarta./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Penganugerahan keterbukaan informasi badan publik tahun 2021 yang bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional dilaksanakan pada Rabu, 10 November 2021, di Hotel Alana Yogyakarta
Disampaikan oleh Ketua KID DIY H. Moh.Hasyim,S.H.,M.Hum, Dalam Laporan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi pada Badan Publik di DIY tahun 2021 ini, KID DIY menggunakan terobosan baru dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi pada Badan Publik di DIY yaitu menggunakan Portal E-Monev, yang harapannya dimana Badan Publik akan dimudahkan dalam mengisi SAQ langsung di Portal E- Monev tersebut.
Sama seperti tahun sebelumnya tahun ini KID DIY masih melibatkan beberapa tokoh pegiat keterbukaan informasi publik dari beberapa instansi di luar KID DIY baik dari lembaga perguruan tinggi (Universitas Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) UGM, dari lembaga penelitian (Balai Pengembangan SDM dan Penelitian (BPSDMP), dari Civil Society Organization/CSO (IDEA Yogyakarta, dan Combine Resource Institution). Mereka berperan aktif dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi, sejak merumuskan instrumen penilaian sampai melakukan penilaian. Pelibatan tersebut dimaksudkan selain untuk menjaga objektivitas juga secara umum untuk meningkatkan kualitas monev.
Selanjutnya dijelaskan oleh H. Moh.Hasyim,S.H.,M.Hum berkaitan dengan tujuan monev, tahapan monev, dan Kategori Badan Publik yang dimonev. Monev Keterbukaan Informasi ini dimaksudkan untuk melakukan pemeringkatan dan kejuaraan keterbukaan informasi Badan Publik. Tahapannya sendiri sudah dimulai sejak bulan Maret sampai bulan Oktober 2021 dari Tahapan Pembentukan Tim, Sosialiasi kepada Badan Publik, Pengisian SAQ, Uji Website, Uji Akses, dan Visitasi kepada Badan Publik untuk menentukan Pemeringkatan dan Kejuaraan. Dengan demikian dari hasil pemeringkataan seluruh badan publik akan mengetahui hasil monitoring dan evaluasi terhadap badan publik tersebut sehingga dapat meningkatkan kinerjanya pada masa-masa mendatang. Tahapan penilian dan bobotnya untuk melakukan pemeringkatan meliputi:
No. | Tahapan | Bobot |
1. | Self Assesment Questionnaire (SAQ) | 30% |
2. | Verifikasi Website | 35% |
3. | Uji Akses | 35% |
Hasil akhir pemeringkatan keterbukaan informasi Badan Publik berupa kualifikasi berikut ini.
No. | Kualifikasi | Range Nilai |
1. | Informatif | 90 - 100 |
2. | Menuju Informatif | 80 - 89 |
3. | Cukup Informatif | 60 - 79 |
4. | Kurang Informatif | 40 - 59 |
5. | Tidak Informatif | < 40 |
Penentuan juara 1, 2, dan 3 untuk tiap-tiap kategori dilakukan dengan visitasi terhadap 3 Badan Publik yang memperoleh nilai tertinggi pada setiap kategori dengan syarat apabila pada setiap nilainya minimal 90 (kualifikasi “Informatif”). Badan Publik yang diikutsertakan dalam pelaksanaan monev Keterbukaan Informasi Badan Publik tahun 2021 dikelompokkan ke dalam beberapa kategori berikut ini:
Pada Monev Keterbukaan Informasi Tahun 2021 ini ada beberapa data yang dilaporkan, diantaranya:
Prosentase jumlah Badan Publik yang Registrasi atau mengembalikan SAQ (istilah tahun 2020) tersebut meningkat 3,13 % apabila dibandingkan dengan tahun 2020 yakni dari 383 Badan Publik yang dikirimi SAQ yang mengembalikan sejumlah 343 badan publik (89,56%). Badan Publik yang sudah dikirimi surat untuk mengikuti monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi tahun 2021 tetapi tidak registrasi pada Portal E-Monev diberi predikat pada tahapan pemeringkatan dengan kualifikasi “tidak dinilai”.
Berdasarkan penilaian terhadap SAQ, verifikasi website, dan uji akses, sehingga ditetapkan hasil pemeringkatan badan publik tahun 2021 yaitu :
89 Badan publik yang memperoleh kualifikasi informatif tersebut tersebar pada 9 kategori, yaitu :
Dengan demikian, terdapat 1 kategori yang tidak satupun badan publik di dalamnya yang mencapai kualifikasi informatif, yaitu partai politik. Beberapa faktor penyebab utama besarnya jumlah Badan Publik yang masuk ke dalam peringkat tidak informatif (21,41%) dan kurang informatif (14,10%) adalah masih rendahnya respons Badan Publik saat dimintai informasi melalui email sebagai metode uji akses yang merupakan salah satu komponen penilaian. Dari 355 Badan Publik yang dilakukan uji akses, 271 Badan Publik (76,34%) memberikan respons, sedangkan yang tidak merespons sejumlah 84 Badan Publik (23,66%). Sedangkan faktor penyebab lainnya yaitu dari 355 Badan Publik yang registrasi pada Portal E-Monev, 310 Badan Publik (87,32%) mengisi SAQ dan 45 Badan Publik (12,68%) tidak mengisi SAQ meskipun sudah registrasi pada Portal E-Monev.
Pada tahun ini, jumlah badan publik yang mencapai peringkat informatif mengalami kenaikan signifikan. Pada tahun 2020 Badan Publik yang memperoleh kualifikasi Informatif sebanyak 31 Badan Publik (8,09%), pada tahun 2021 ini bertambah 58 Badan Publik atau naik 15,15%. menjadi 89 Badan Publik (23,24%). Di sisi lain, jumlah badan publik yang tidak informatif pada tahun 2020 sebanyak 150 Badan Publik (39,16%) pada tahun ini berkurang sebanyak 68 Badan Publik atau 17,75% sehingga menjadi 82 Badan Publik (21,41%). Dengan demikian, hasil monev tahun ini lebih baik dibandingkan dengan tahun 2020 yang lalu.
Penentuan juara dalam tiap kategori dilakukan dengan cara visitasi secara offline dengan melihat secara langsung kondisi lapangan badan publik yang masuk tahapan kejuaraan. Penentuan juara dilakukan terhadap seluruh kategori kecuali partai politik karena tidak ada yang masuk kualifikasi informatif. Terdapat juara 1, 2, dan 3 dalam tiap kategori kecuali kategori lembaga legislatif yang hanya terdapat juara 1, kategori lembaga yudikatif yang hanya terdapat juara 1 dan 2, kategori badan usaha milik daerah yang hanya terdapat juara 1. Hal itu sesuai dengan jumlah badan publik yang memenuhi kualifikasi informatif.
Berdasarkan hasil pemeringkatan dan kejuaraan tersebut, penganugerahan keterbukaan infomasi badan publik pada tahun ini diberikan kepada 89 badan publik yang mencapai kualifikasi informatif dan terhadap 22 badan publik yang memperoleh juara 1, 2, dan 3. Namun demikian, mengingat saat ini kita masih dalam situasi pandemi covid-19 sehingga harus menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat, maka penganugerahan secara langsung pada hari ini yang undang hanya 40 badan publik yaitu 22 badan publik yang masuk kejuaraan dan 18 Apresiasi kepada tokoh atau badan publik yang mendapat anugerah apresiasi tersebut. Sedangkan untuk kualifikasi Informatif hanya diumumkan lewat virtual.
Selain pemeringkatan dan kejuaraan tersebut, pada penganugerahan keterbukaan informasi badan publik tahun 2021 ini, Tim Monev juga memberikan apresiasi kepada:
Selamat kepada para penerima penganugerahan. Bagi badan publik yang baru mencapai kualifikasi tidak informatif, kurang informatif, cukup informatif, dan menuju informatif kami berharap tahun depan dapat meningkatkan peringkatnya. Kami juga berharap agar seluruh badan publik di DIY terus melakukan upaya dan inovasi dalam meningkatkan kualitas layanan informasi publik sehingga Pemda DIY dapat mempertahankan peringkat informatif yang telah dicapai tahun ini, bahkan dapat meningkatkan lagi nilainya.
Kepada seluruh pihak yang berperan aktif dalam penyelenggraan monev tahun 2021 ini, terutama seluruh Tim Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Badan Publik tahun 2021 serta seluruh undangan, kami ucapkan banyak terima kasih yang sebesar- besarnya dan semoga menjadi amal sholih bagi kita semua.
Atas segala kesalahan dan kekhilafan kami dalam penyelenggaraan monev tahun ini dan pelaksanaan penganugerahan hari ini kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.(ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Indomaret Cabang Yogyakarta Bersama PMI Sleman kembali Gelar Aksi Donor Darah Disertai Pemeriksaan Mata dan Cek Kesehatan Gratis Dari Puskesmas Gamping 2
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.