Inspira Roasters Soroti Daya Tarik Liberica dan Excelsa di Mindbrewing #4
Inspira Roasters kembali menggelar Mindbrewing #4, ajang tahunan menjadi wadah edukasi dan diskusi bagi coffee enthusiasts hingga pelaku industri kopi nasional
Suasana penjajakan kerja sama antara SMK-SMTI Yogyakarta dengan pelaku industri di Surabaya, Kamis (18/11). (ist/SMK-SMTI Yogyakarta)
Harianjogja.com, JOGJA–Sekolah Menengah Kejuruan-Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMK-SMTI) Yogyakarta memperlebar potensi kerja sama di Surabaya.
Mereka bertemu langsung dengan sepuluh pelaku industri di Surabaya, seperti dari PT. Garudafood Putra Putri Jaya; PT. Miwon Indonesia; PT. Otsuka Indonesia; PT. Vitapharm, dan lainnya.
Dalam agenda ini, SMK-SMTI Yogyakarta mengenalkan model pembelajaran dual system. Dalam sistem pembelajaran ini, peserta didik belajar di sekolah selama dua tahun, dan sisanya magang di industri. Proses magang bisa dari enam bulan sampai satu setengah tahun.
Menurut Pengelola Administrasi Jurusan Teknik Mekatronika SMK-SMTI Yogyakarta, Yahya Farqadain, kunjungan ke Surabaya sebagai penjajakan peluang kerja sama. “Sekolah, salah satunya sebagai penyedia tenaga kerja, harapannya bisa membantu industri. Membantu dengan cara menyediakan tenaga kerja yang siap pakai,” kata Yahya, Kamis (18/11).
SMK-SMTI Yogyakarta tidak hanya menyiapkan peserta didik yang andal secara teknis, namun juga secara kesiapan kerja dan juga karakter. Dengan dual system, peserta didik berpotensi lebih siap lantaran sudah lama berada di dunia industri.
Terlebih beberapa jurusan di SMK-SMTI Yogyakarta juga tergolong langka. Sehingga, selain agar industri bisa lebih kenal, industri menjadi lebih tahu kualitas yang sekolah miliki. “Tidak banyak sekolah melakukan hal ini. Ini langkah nyata kami untuk sinkroninasi dengan industri. Ada juga nantinya industri yang mengunjungi kami, peserta didik yang workshop ke dunia industri, mengirimkan guru magang di industri, dan lainnya. Peluang kerja sama bisa lebih luas,” kata Yahya.
Penjajakan kerja sama ini merupakan yang kelima. Beberapa kota sebelumnya seperti Cikarang dan Bali. Setelah ini, penjajakan akan berlanjut ke Tangerang. Harapannya, kerja sama ini bisa menjadi contoh bagi SMK atau industri yang lain.
“Dengan intensnya komunikasi, bisa memangkas gap, dalam arti bisa tahu apa yang dibutuhkan industri. Industri itu tidak melulu membutuhkan kompetensi, tapi karakter lebih penting. Harus dipahami bersama. Harapannya produktivitas industri ke depannya bisa lebih baik,” kata Yahya. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Inspira Roasters kembali menggelar Mindbrewing #4, ajang tahunan menjadi wadah edukasi dan diskusi bagi coffee enthusiasts hingga pelaku industri kopi nasional
Satoria Hotel Yogyakarta merayakan ulang tahun ke-9 dengan tema “Together We 9row” melalui berbagai kegiatan kesehatan, sosial, lingkungan, dan pengembangan dir
Komite MAN 2 Bantul menjelaskan soal Rp4,2 juta yang ramai di media sosial. Nominal disebut bukan tarif wajib bagi wali murid.
Capaian CKG Kulonprogo baru 119.172 dari 459.782 sasaran. Dinkes memperluas pemeriksaan hingga Kantor Pemkab Kulonprogo.
BRI Peduli Sahabat Disabilitas 2026 kembali digelar di Makassar dengan pelatihan dan pemagangan untuk memperluas kesempatan kerja inklusif.
Prabowo menganugerahkan Bintang Mahaputera kepada Listyo Sigit dan Dedi Prasetyo pada Kamis, 1 Oktober 2026.