Sempat Melesat di Kualifikasi Moto3 Junior, Ramadhipa Raih 9 Poin
Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang turun di ajang Moto3 Junior World Championship, M. Kiandra Ramadhipa, tampil kompetitif sepanjang balapan
Ilustrasi senjata tajam./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL-Jajaran Polsek Kasihan bersama warga menangkap sembilan orang remaja di bawah umur di salah satu rumah di Dusun Janten, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Bantul, Kamis (25/11/2021) dini hari.
Dari tangan para remaja ini polisi menyita sejumlah senjata tajam seperti gir, celurit, gergaji, dan pedang. Hingga Kamis siang, sembilan remaja yang masih duduk di bangku kelas II SMK di Jogja dan Sleman tersebut masih dalam pemeriksaan di Mapolsek Kasihan.
Kanit Reskrim Polsek Kasihan, Iptu Madiono menjelaskan penangkapan sembilan remaja tersebut berdasarkan informasi adanya pembacokan di wilayah Jogja dan pelaku pembacokan yang menggunakan sepeda motor tersebut lari ke arah Bantul. Dari informasi tersebut jajaran Polsek Kasihan langsung ikut melakukan pencarian dan penyisiran.
Di tengah penyisiran pihaknya mencurigai adanya sejumlah sepeda motor di depan rumah di Janten, Ngestiharjo, Kasihan. Kondisi tersebut dikuatkan dengan informasi warga adanya sejumlah remaja masuk ke rumah itu.
BACA JUGA: Data 25 November 2021: Covid-19 di DIY Meroket Lagi, Sehari Tambah 79 Kasus
"Kami geledah dan mengamankan ada sembilan orang remaja yang berpura-pura tidur di rumah itu. Rumah itu juga kita geledah dan menemukan banyak senjata tajam yang diduga di bawa oleh remaja itu," kata Madiono, Kamis (25/11/2021).
Kesembilan remaja tersebut masing-masing berinisial FJ, RA, AC, MM, MR, RF, RA, MG, dan GP. Semuanya berusia 17 dan 18 tahun. Senjata tajam dan sepeda motor mereka juga turut diamankan. Dari hasil pemeriksaan sementara sajam dimiliki oleh empat dari sembilan remaja tersebut. "Sementara kita kenakan Undang-undang Darurat dengan ancaman hukuman 10 tahun," ujar Madiono.
Lebih lanjut Madiono memaparkan hasil pemeriksaan juga menunjukkan bahwa mereka telah berkeliling di malam hari membawa sajam di wilayah Sleman, Jogja, dan Bantul. Pihaknya juga mendalami kemungkinan keterlibatan mereka dalam aksi pembacokan tiga remaja di wilayah Jogja pada Kamis (25/11/2021), dini hari itu juga.
Karena di saat yang sama sebelum sembilan remaja itu ditangkap ada keributan antarremaja di wilayah Jogja yang melukai tiga orang. Lukanya di bagian kaki, tangan, dan kepala, "Untuk kasus pembacokannya masih kami dalami. Memurut informasi dari Polresta Jogja ada tiga yang luka bacok. TKPnya masuk Mantrijeron," ungkap Madiono.
Jika mereka terlibat kasus pembacokan, kata Madiono, maka kasusnya akan dilimpahkan ke Polresta Jogja. Sementara ini pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut. Dari keterangan sembilan remaja yang ditangkap tersebut mereka tidak mengakui kasus pembacokan. Namun mengakui keliling jalanan membawa sajam untuk jaga-jaga.
"Indikasinya ini klitih. Mereka sempat mutar-mutar juga di wilayah Bantul kemungkinan mencari sasaran," kaya dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang turun di ajang Moto3 Junior World Championship, M. Kiandra Ramadhipa, tampil kompetitif sepanjang balapan
Pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,29% pada kuartal II 2026 belum mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas. BPS mencatat pekerja mandiri meningkat, sementara p
DPRD DIY meminta Raperda Pengelolaan Permuseuman melindungi museum rakyat agar tidak terbebani standar museum pemerintah.
DPK Kota Jogja mengenalkan layanan Amarta untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menyelamatkan dan mengelola arsip keluarga.
Dokter mengingatkan gaya hidup sedentari pada anak dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan hipertensi. Simak aktivitas fisik yang dianjurkan.
UMY mengembangkan lima prototipe AI untuk membantu deteksi limfoma, tumor otak, kanker payudara, penyakit jantung, dan stres.