Desa Sejahtera Astra Bugisan Sukses Kembangkan Budaya dan Wisata
Desa Sejahtera Astra Bugisan memiliki daya pikat tersendiri setelah berhasil mengembangkan potensi budaya dan wisatanya.
Anggota Komisi B DPRD Bantul, Nur Yuni Astuti./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
BANTUL—Pemberdayaan perempuan menjadi salah satu aspek penting dalam lingkungan masyarakat. Memberi akses keterampilan dan pelatihan yang sesuai potensi, dinilai dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Anggota Komisi B DPRD Bantul, Nur Yuni Astuti, menilai para perempuan harus mudah mendapatkan akses pelatihan. Tidak hanya sosialisasi bersifat lisan, tetapi inisiasi bahan dan alat penunjang keterampilan kudu didukung untuk memberdayakan perempuan.
"Saya akan konsentrasi ke perempuan, mengolah ibu-ibu. Karena untuk tahun depan mungkin banyak sosialisasi yang akan saya berikan kepada kaum perempuan. Menurut saya kaum perempuan itu merupakan kekuatan bagi suatu daerah," tutur Yuni pada Senin (6/12/2021).
Sebagai salah satu anggota DPRD Bantul perempuan, Yuni memiliki banyak rancangan untuk memberdayakan perempuan. Yuni mengusulkan adanya ruang berkumpul perempuan seperti perpustakaan desa.
Pembangunan perpustakaan desa, menurut Yuni, dapat menjadi tempat pembelajaran anak sekaligus wadah para perempuan untuk berkumpul dan mengasah keterampilan. "Untuk mereka akan ada semacam ruang yang di situ ada kegiatan untuk ibu dan anak-anak. Mungkin ada semacam perpustakaan, jadi di situ selain untuk tempat baca, dapat menjadi wadah kegiatan-kegiatan ibu," tambahnya.
"Pembinaan pelatihan berwujud non-fisik, pemberdayaan. Kalau di fisik salah satunya itu, adanya ruang berkumpul untuk mereka,"ujarnya.
Dalam wujud nonfisik, sosialisasi yang diberikan harus didukung dengan hibah modal alat atau bahan. Hal itu dinilai Yuni akan lebih menggerakan warga setelah pelatihan diberikan. "Bukan dari masalah sosialnya hanya sekadar motivasi, kan tidak hanya itu. Yang pasti dalam pelatihan itu ada mengikuti beberapa bahan atau alat atau apa yang bisa mereka bawa," terangnya.
"Saya berharap hibah itu bisa diberikan secara mudah. Tidak hanya memotivasi tanpa dikasih alat," imbuhnya.
Selain itu dalam pelaksanaanya, Yuni juga berpendapat pelatihan keterampilan kepada kaum perempuan juga bisa disesuikan dengan potensi wilayahnya. Aspek ini dapat meningkatkan keterampilan yang sudah ada atau memperbarui kemampuan sesuai perkembangan masa kini.
"Jadi kita harus tahu kondisi masing-masing tempat perempuan bertempat tinggal. Jadi lebih enak kalau fokus di situ. Misalnya kalau ada kampung membatik kami beri pengarahan latihan membatik," tambahnya.
Lewat pemberian ruang dan pelatihan keterampilan yang sesuai, Yuni berharap kemandirian perempuan di Bantul dapat ditingkatkan. "Sebagai perempuan mandiri yang tidak bergantung orang lain, seorang wanita membutuhkan keterampilan. Dan dalam hal ini, kita berusaha membantu lewat pelatihan-pelatihan itu. Karena kan kondisi perempuan akan lebih kuat lebih mandiri. Makanya kita hadir untuk meningkatkan keterampilan-keterampilan ibu-ibu," pungkasnya. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Desa Sejahtera Astra Bugisan memiliki daya pikat tersendiri setelah berhasil mengembangkan potensi budaya dan wisatanya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
DPRD Kota Jogja meminta penyaluran bansos beras tak hanya terpaku DTSEN agar warga yang baru jatuh miskin tidak terlewat.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.