Jadwal Lengkap 76 Indonesian Downhill 2026: Bantul Jadi Arena Neraka
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa saat memantau penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di PT Mitra Adi Jaya, Berbah, Rabu (15/12). /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak.
Harianjogja.com, SLEMAN--Pemerintah Kabupaten Sleman menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kepada 593 buruh tani tembakau dan buru pabrik rokok. Penyaluran BLT dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa kepada dua orang perwakilan buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan BLT yang disalurkan tersebut merupakan hasil dari pengembalian cukai tembakau yang dibagikan kepada petani tembakau dan buruh pabrik rokok di wilayah Sleman. "BLT yang dialokasikan sebesar Rp628,58 juta kepada 393 buruh pabrik rokok dan 200 buruh tani tembakau yang ada di Sleman," jelasnya di PT Mitra Adi Jaya, Berbah, Rabu (15/12/2021).
Danang mengatakan seluruh penerima BLT tersebut merupakan petani tembakau dan buruh pabrik rokok yang sebelumnya telah diusulkan sebagai calon penerima BLT. Pengusulnya Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sleman.
Dia memastikan seluruh data penerima BLT telah melalui verifikasi dan validasi oleh Dinas terkait. Hal ini untuk memastikan data kependudukan penerima merupakan buruh pabrik rokok dan tani tembakau yang berpenduduk di Sleman.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Sleman Emmy Retnosasi sekaligus mengampu program penyampaian BLT DBHCHT ini menyampaikan penerima BLT ini sebelumnya tidak termasuk penerima bantuan PKH, BPNT dan bukan pemilik Kartu Prakerja. Masing-masing buruh pabrik dan tani tembakau menerima BLT dengan total sebesar Rp1,06 juta yang disalurkan melalui rekening penerima Bank Sleman," katanya.
Manager Operasional PT Mitra Adi Jaya Adithya Wirawan mengatakan BLT yang disalurkan tersebut penting bagi pekerja yang selama ini berkiprah di perusahaan rokok. Di perusahaan tersebut terdapat 338 pekerja yang menerima BLT. "BLT yang diterima ini sangat membantu sekali bagi pekerja. Meskipun selama pandemi tidak ada pengurangan karyawan tapi proses kerjanya menyesuaikan dengan PPKM leveling," katanya.
Dia berharap BLT tersebut bisa berlanjut pada tahun depan. Sebab 40% pekerja berasal dari Berbah sisanya berasal dari kecamatan dan kabupaten lainnya di DIY dan Jawa Tengah. "Semoga tahun depan BLT serupa bisa tetap dilanjutkan. Pembagian bea hasil cukai juga dibagi sesuai dengan UU, termasuk waktu pemberian dan jumlah sasarannya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.
Veda Ega Pratama finis ke-8 Moto3 Catalunya 2026 usai start dari posisi 20. Tampil impresif dan raih poin penting untuk Indonesia.