Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN-Seorang pria ditemukan meninggal dunia di dalam mobil yang terparkir di Jalan Affandi, kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Rabu (15/12/2021) malam. Dari keterangan saksi dan keluarga, korban memiliki penyakit dan kambuh saat kejadian.
Kapolsek Depok Barat, AKP Amin Ruwito, menjelaskan korban adalah M, 41, asal Sumatera Utara. Pria tersebut ditemukan meninggal di dalam mobil Honda Brio bernomor polisi AB 1781 EP. “Korban meninggal saat berada di Jalan Affandi tepatnya di depan rumah makan, pukul 21.10 WIB,” ujarnya, Kamis (16/12/2021).
Peristiwa ini bermula ketika seorang saksi yang merupakan juru parkir di lokasi tersebut melihat korban datang dari arah selatan jalan Effendi menggunakan mobil sekira pukul 19.35 WIB. setelah memarkir mobilnya, korban berjalan kaki ke arah selatan.
Korban terlihat kembali ke mobilnya sekira pukul 20.00 WIB. Namun tak berselang lama, korban keluar lagi dari mobilnya, kali ini dalam kondisi sempoyongan. “Korban sempat akan terjatuh saat keluar dari mobil,” terangnya.
Baca juga: Ini 7 Hal yang Tidak Akan Dilakukan Perempuan Demi Pria
Melihat hal ini, saksi pun langsung berusaha membantu korban untuk duduk di trotoar. Korban muntah. Ketika ditanya, korban mengaku masuk angin. Saksi sempat mengambilkan air dari dalam rumah makan padang untuk diminumkan ke korban, namun korban kembali muntah.
Dalam kondisinya yang lemah, korban pun kembali ke dalam mobil. Saat dicek kembali pada pukul 21.00 WIB, saksi mendapati korban terduduk di kursi kemudi dalam kondisi tidak sadar dan mulut mengeluarkan busa.
Saksi pun memanggil driver ojol yang berada di dekat lokasi kejadian. Tak lama, datang tim medis dari Rumah Sakit Panti Rapih, Dinas Kesehatan DIY dan Polsek Depok Barat. Setelah dipastikan korban meninggal dunia, korban kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju RSUP Dr. Sardjito.
Dari keterangan keluarga, diketahui korban mempunyai riwayat sakit diabetes dan hipertensi. “Dengan adanya kejadian tersebut pihak keluarga Korban menerima dengan ikhlas atas kematian korban dan tidak akan menuntut pihak manapun,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
BMKG memperbarui sebaran abu vulkanik Anak Krakatau Senin pagi. Abu terpantau hingga 50.000 kaki dan berpotensi mengganggu penerbangan.
BNPB menyiapkan OMC untuk membantu meluruhkan abu erupsi Anak Krakatau di Jakarta, Banten, dan Lampung setelah kondisi memungkinkan.
Iran akan menetapkan zona maritim terbatas baru di luar Selat Hormuz. Kapal yang masuk kawasan tersebut akan dimasukkan daftar sanksi.
DPRD Kota Jogja menyoroti biaya listrik dan pemeliharaan balai RW yang masih ditanggung warga secara swadaya dan meminta Pemkot turun tangan.
BMKG menyebut abu vulkanis Anak Krakatau berpotensi bergerak ke Jawa tergantung perubahan arah dan kecepatan angin.