32 Rumah Penerima Bantuan RTLH di Sleman Kantongi PBG Dispensasi
Sebanyak 32 PBG Dispensasi diterbitkan untuk penerima bantuan RTLH di Sleman melalui program BKK Arsitektur Khas Jogja yang didukung Danais.
DPRD Kota Jogja./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA— Sejumlah biaya operasional dan pemeliharaan balai RW serta balai kampung di wilayah Kota Jogja yang merupakan aset Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja hingga kini masih ditanggung warga secara swadaya. Kondisi tersebut mendapat sorotan DPRD Kota Jogja yang meminta Pemkot mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan fasilitas tersebut.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jogja, RM. Sinarbiyat Nujanat, mengatakan balai RW dan balai kampung merupakan fasilitas yang menjadi bagian dari aset pemerintah. Karena itu, menurutnya, biaya operasional maupun pemeliharaannya semestinya mendapat dukungan anggaran dari Pemkot Jogja.
“Balai-balai RW, balai kampung itu kan juga asetnya pemerintah, tapi bayar listrik dan lain sebagainya, pemeliharaan itu masih ditanggung oleh mereka sendiri, masyarakat secara swadaya,” katanya saat dihubungi, Minggu (6/9/2026).
Balai RW Bukan Aset Pribadi RW
Menurut Sinarbiyat, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah. Pasalnya, balai RW dan balai kampung digunakan untuk kepentingan masyarakat dan bukan merupakan aset pribadi pengurus RW maupun kampung.
“Bukan asetnya RW, bukan asetnya kampung. Ini harus menjadi perhatian pemerintah,” ujarnya.
Ia menilai Pemkot Jogja perlu mengevaluasi pola pembiayaan fasilitas masyarakat tersebut. Terlebih, balai RW dan balai kampung menjadi salah satu ruang yang digunakan warga untuk menjalankan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
DPRD Minta Masuk Perencanaan Anggaran
Sinarbiyat berharap kebutuhan operasional dan pemeliharaan balai RW serta balai kampung dapat dimasukkan Pemkot Jogja dalam perencanaan anggaran.
Dengan dukungan anggaran yang berasal dari APBD tersebut, masyarakat diharapkan tidak terus dibebani pembiayaan secara mandiri untuk fasilitas yang merupakan aset pemerintah.
Selain persoalan fasilitas masyarakat, sebelumnya Sinarbiyat juga mendorong Pemkot Jogja memberikan dukungan insentif kepada kader lembaga kemasyarakatan kelurahan (LKK).
Menurut Sinarbiyat, Pemerintah Kota Jogja perlu memberikan perhatian terhadap berbagai kebutuhan masyarakat dan para kader yang selama ini turut membantu pelaksanaan tugas pemerintahan di tingkat wilayah.
Ia berharap dukungan anggaran tersebut dapat memperkuat pelayanan di tingkat kampung sekaligus mencegah semakin besarnya beban swadaya yang harus ditanggung masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 32 PBG Dispensasi diterbitkan untuk penerima bantuan RTLH di Sleman melalui program BKK Arsitektur Khas Jogja yang didukung Danais.
Pemerintah mengalokasikan Rp639,6 triliun untuk 43 program perlindungan sosial pada 2026. Sebanyak 33,1 juta keluarga menerima bantuan.
Madura United mengalahkan Persib Bandung 1-0 pada pekan keenam Super League 2026/2027 lewat gol Dimitar Mitkov pada menit ke-89.
Kemarau berdampak pada budidaya ikan di Sleman, terutama kolam tanah. Pembudidaya diminta mengatur panen dan menunda penebaran benih.
KKP merencanakan pembangunan tujuh Kampung Nelayan Merah Putih di DIY untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan memperkuat usaha perikanan.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menjelaskan penundaan wajib sertifikasi halal hingga 2028 untuk mempertimbangkan kesiapan dan beban biaya UMKM.