Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Warga saat bekerjabakti memperbaiki kerusakan akibat terjangan lisus di Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Senin (20/12/2021)/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Hujan deras dan angin kencang terjadi di kawasan pantai mengakibatkan kerusakan gazebo dan warung di Pantai Sepanjang, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tapi para pedagang rugi secara material.
Pemilik Penginapan di Pantai Sepanjang, Darno Suwito mengatakan, dampak dari angin kencang di Pantai Sepanjang banyak warung dan gazebo yang rusak. Kebanyakan atap bangunan yang terdiri dari seng dan asbes terlepas karena embusan angin.
Selain itu, juga menyebabkan pohon tumbang sehingga akses ke Pantai Nglolang sempat terputus. “Beruntung masih sepi sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” kata Darno kepada wartawan, Senin (20/12/2021).
Dia menjelaskan, sebelum kejadian kondisi sedang hujan. Tiba-tiba, lanjut Darno, muncul embusan angin dari laut menuju perbukitan di sisi barat Pantai Sepanjang. Angin pun berbalik arah menuju sisi timur hingga akhirnya merusak deretan gazebo dan warung milik para pedagang.
BACA JUGA: Mahfud MD Minta Komunitas Tionghoa Jadi Garda Depan Meningkatkan Kerukunan
Panewu Tanjungsari, Rakhmadian Wijayanto mengatakan, berdasarkan laporan dari taruna siaga bencana (Tagana) angin kencang di Pantai Sepanjang mengakibatkan kerusakan sebanyak 47 bangunan yang terdiri dari warung dan gazebo. Adapun rinciannya, 35 bangunan rusak berat dan 12 lainnya rusak ringan.
“Mayoritas rusak di bagian atap. Meski demikian, perisitiwa ini tidak sampai mengakibatkan korban jiwa,” katanya.
Rakhmadian menjelaskan, warga bersama-sama dengan tim relawan sudah melakukan kerja bakti untuk pembersihan kerusakan. Dia pun berharap peristiwa yang sama tidak terulang kembali sehingga para pedang tidak bolak balik memperbaiki.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, sudah menerjunkan personel untuk mengecek ke lokasi kerusakan. Menurut dia, ada sejumlah kerusakan yang diakibatkan terjangan lisus pada Senin pagi. “Ada bangunan rusak karena diterjang angin kencang,” katanya.
Selain mengecek lokasi kerusakan, Edy menambahkan juga telah memberikan bantuan logistik untuk kegiatan kerja bakti pembersihan di lokasi yang rusak. “Kami juga bantu tenaga untuk perbaikan dan juag memberikan bantuan permakanan kepada warga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026