Lahan Sempit, Muncul Gagasan Pemakaman Alternatif Manusia Jadi Kompos
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
Ilustrasi vaksinasi Covid-19./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA-- Vaksinasi anak secara reguler di Kota Jogja akan dimulai besok, Selasa (27/12/2021). Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani mengatakan anak-anak ini merupakan peserta didik dari sekolah-sekolah.
"Vaksinasi akan berlangsung di sentra XT-Square. Jumlah anak sekitar 2.200 dari sekolah-sekolah," kata Emma, Senin (27/12/2021).
Vaksinasi anak ini merupakan yang pertama sejak kick-off pada Sabtu (18/12/2021). Kala itu ada 1.372 anak yang menjalani vaksinasi. Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan vaksinasi anak berdasarkan sekolah yang sudah siap.
BACA JUGA: 6 Lokasi Camping Paling Seru di Jogja untuk Malam Tahun Baru
"Kami tawarkan kepada sekolah dasar baik negeri maupun swasta yang sudah siap. Karena pada saat ini anak-anak sedang mengikuti penilaian akhir semester, sehingga yang kemarin kami kick-off adalah yang selesai ujian akhir semester," kata Heroe.
Sehingga pelaksanaan vaksinasi setiap sekolah tidak sama, lantaran kegiatannya berbeda-beda. "Sekarang kami koordinasi dengan teman-teman SD, terutama agar kegiatan akademik akhir semester itu selesai dan kami lakukan semaksimal mungkin vaksinasinya," kata Heroe.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
Potong hewan kurban berisiko picu infeksi kulit. Simak tips dokter agar tetap aman saat Iduladha.
PLN memulihkan listrik lebih dari 1,5 juta pelanggan di Sumatra usai gangguan SUTET akibat cuaca ekstrem.
Program kerja sama Cek Kesehatan Gratis antara Gojek dan Kementerian Kesehatan berlangsung sejak Februari hingga Desember 2026, diawali di Palembang dan Bandung
Petugas retribusi Parangtritis dibacok orang tak dikenal. Polisi masih menyelidiki pelaku dan motif penyerangan.
Kasus kebakaran di Sleman capai 56 kejadian. Warga diminta waspada El Nino dan dilarang membakar sampah.