Lima Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Gunungkidul, Cek Rinciannya
Pemerintah Pusat mengalokasikan Rp18,75 miliar untuk membangun lima Kampung Nelayan Merah Putih di Gunungkidul. Simak lokasi dan rincian anggarannya.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA- Jajaran Satreskrim Polres Gunungkidul mengungkap kasus pemerkosaan yang diduga dilakukan ayah terhadap anak kandung di Kapanewon Semin. Tersangka S juga telah ditangkap dan masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres.
Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, Satreskrim Polres Gunungkidul, Ipda Ratri Ratnawati mengatakan, kasus pencabulan ini dilaporkan oleh ibu korban atau mantan suami S pada awal November 2021 lalu. Proses penyelidikan pun dilakukan untuk mengungkap kasus ini hingga akhirnya menangkap S di rumahnya pada 21 Desember lalu.
Pada saat ditangkap, tersangka awalnya tidak mengakui perbuatan bejat yang telah dilakukan. Penyidik pun sempat mendatangkan alat pendeteksi kebohongan atau poligraf dari laboratorium forensik di Semarang.
"Sekarang masih dalam proses pemeriksaan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kalau sudah lengkap akan segera kami limpahkan" kata Ratri, Kamis (20/1/2022).
BACA JUGA: Viral Parkir Rp350.000 di Jogja, Polisi: Ternyata Mark Up Kru Bus Wisata
Dia menjelaskan, pemerkosaan terjadi sebanyak dua kali dan dilakukan pada saat pelaku dalam kondisi mabuk. Adapun rentang waktunya kurang dari satu bulan. "Usai kejadian, pelaku meminta anaknya untuk tutup mulut," katanya.
Ratri menambahkan, orang tua korban sudah bercerai dan si anak ikut ibunya tinggal di wilayah Bantul. Meski demikian, korban masih sering pulang ke rumah ayahnya di Semin. "Semua kejadian pemerkosaan di Semin," ujarnya.
Atas perbuatannya ini, S dijerat pasal 81 subsider 82 Undang-Undang No.17/2016 tentang tindakan cabul dan setubuh. Selain itu juga dituntut Undang-undang tentang Perlindungan Anak. Adapun ancamannya hukuman minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara.
Ratri mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Sosial Gunungkidul untuk memberikan pendampingan terhadap korban yang saat ini masih sekolah. "Untuk status korban juga masih siswi SMP," katanya.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan, siap memberikan pendampingan kepada korban yang menjadi kekerasan seksual.
Adapun teknisnya dilakukan koordinasi dengan UPPA Polrrs Gunungkidul yang menangani kasus ini. "Kami siap memberikan pendampingan kepada korban," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Pusat mengalokasikan Rp18,75 miliar untuk membangun lima Kampung Nelayan Merah Putih di Gunungkidul. Simak lokasi dan rincian anggarannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 14 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Stasiun Palur pada Rabu 14 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Bulog akan meluncurkan BerasKita pada 20 Oktober 2026. Beras SPHP berganti nama menjadi BerasKita Medium, sedangkan beras premium menjadi BerasKita Premium.
BMKG menyatakan tujuh kabupaten di Jawa Tengah masih berstatus awas kekeringan pada 11-20 Oktober 2026 di tengah mundurnya awal musim hujan.
DP3 Sleman meminta petani menyesuaikan komoditas dan varietas tanaman dengan ketersediaan air untuk mengantisipasi kemarau panjang hingga Oktober 2026.