Kali Oya di Semin Mengering Akibat Kemarau Panjang, Warga Hanya Temukan Hamparan Pasir
Kemarau panjang membuat sejumlah titik Kali Oya di Semin Gunungkidul mengering. Debit air menyusut drastis hingga hanya menyisakan pasir dan batuan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA- Jajaran Satreskrim Polres Gunungkidul mengungkap kasus pemerkosaan yang diduga dilakukan ayah terhadap anak kandung di Kapanewon Semin. Tersangka S juga telah ditangkap dan masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres.
Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, Satreskrim Polres Gunungkidul, Ipda Ratri Ratnawati mengatakan, kasus pencabulan ini dilaporkan oleh ibu korban atau mantan suami S pada awal November 2021 lalu. Proses penyelidikan pun dilakukan untuk mengungkap kasus ini hingga akhirnya menangkap S di rumahnya pada 21 Desember lalu.
Pada saat ditangkap, tersangka awalnya tidak mengakui perbuatan bejat yang telah dilakukan. Penyidik pun sempat mendatangkan alat pendeteksi kebohongan atau poligraf dari laboratorium forensik di Semarang.
"Sekarang masih dalam proses pemeriksaan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kalau sudah lengkap akan segera kami limpahkan" kata Ratri, Kamis (20/1/2022).
BACA JUGA: Viral Parkir Rp350.000 di Jogja, Polisi: Ternyata Mark Up Kru Bus Wisata
Dia menjelaskan, pemerkosaan terjadi sebanyak dua kali dan dilakukan pada saat pelaku dalam kondisi mabuk. Adapun rentang waktunya kurang dari satu bulan. "Usai kejadian, pelaku meminta anaknya untuk tutup mulut," katanya.
Ratri menambahkan, orang tua korban sudah bercerai dan si anak ikut ibunya tinggal di wilayah Bantul. Meski demikian, korban masih sering pulang ke rumah ayahnya di Semin. "Semua kejadian pemerkosaan di Semin," ujarnya.
Atas perbuatannya ini, S dijerat pasal 81 subsider 82 Undang-Undang No.17/2016 tentang tindakan cabul dan setubuh. Selain itu juga dituntut Undang-undang tentang Perlindungan Anak. Adapun ancamannya hukuman minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara.
Ratri mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Sosial Gunungkidul untuk memberikan pendampingan terhadap korban yang saat ini masih sekolah. "Untuk status korban juga masih siswi SMP," katanya.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan, siap memberikan pendampingan kepada korban yang menjadi kekerasan seksual.
Adapun teknisnya dilakukan koordinasi dengan UPPA Polrrs Gunungkidul yang menangani kasus ini. "Kami siap memberikan pendampingan kepada korban," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang membuat sejumlah titik Kali Oya di Semin Gunungkidul mengering. Debit air menyusut drastis hingga hanya menyisakan pasir dan batuan.
Menteri PKP Maruarar Sirait membuka wacana hunian di atas sungai. Regulasi, legalitas, konstruksi, dan harga akan dikaji lebih dulu.
Anak Kampung Sadang, Bandung Barat, menyeberangi Waduk Saguling dengan rakit untuk sekolah. Warga berharap akses jembatan segera dibangun.
Kemnaker menyiapkan strategi triple skilling berupa upskilling, reskilling, dan cross-skilling untuk menghadapi perubahan dunia kerja akibat AI.
Job fair disabilitas Kulonprogo mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan. Riski dan Arif berbagi perjuangan mencari pekerjaan inklusif.
Pembangunan inklusif di Indonesia disoroti. Ohana Indonesia mendesak reformasi anggaran dan pemenuhan hak kelompok difabel.