Jogja Tuan Rumah Kongres HIMPSI 2026, Ini Agendanya
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
Laporan pengelolaan ZIS tahun 2021 oleh Baznas Kota Jogja, Rabu (26/1/2022)./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jogja akan menyinergikan program-program penyerahan atau pentasyarufan zakat, infak, sedekah (ZIS) agar lebih selaras dengan persoalan yang tengah diatasi oleh Pemkot Jogja. Hal ini dilakukan agar penyaluran ZIS tepat sasaran dan menjadi upaya pemberdayaan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Tahun lalu kami ikut serta dalam program penuntasan dampak pandemi Covid-19 yakni melalui bantuan bagi anak yatim terdampak Covid-19,” kata Ketua Baznas Kota Jogja, Syamsul Azhari, Rabu (26/1/2022).
Syamsul menerangkan pada tahun ini akan fokus pada upaya pengendalian jumlah atau angka stunting di Kota Jogja. Hal ini diupayakan dengan sejumlah program yang telah dimiliki oleh Baznas Kota Jogja serta berkoordinasi dengan instansi terkait.
“Penyelesaian masalah stunting merupakan upaya yang harus disiapkan serius. Kami sudah koordinasikan dengan dinas terkait agar ada upaya yang maksimal untuk menekan angka stunting,” ujar dia.
Menurut Syamsul, angka penerimaan ZIS dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) untuk 2021 lalu meningkat sebanyak 8,86% dibandingkan 2020 dengan nominal Rp5,942 miliar lebih.
Ia mengatakan berdasarkan jenis penerimaannya, zakat masih menjadi penyumbang terbesar atas capaian di tahun lalu dengan angka Rp4,3 miliar (72,39%). Kemudian disusul infak Rp1,5 miliar (25,91%), CSR Rp1 juta (0,02%) dan DSKL senilai Rp100 juta (1,68%).
“Sementara berdasarkan jenis muzaki, retail masyarakat dan dinas atau badan daerah jadi penyumbang terbesar dengan nominal masing-masing berurutan yakni Rp1,3 miliar [22,46%] dan Rp1 miliar [17,11%],” ujarnya.
Syamsul menerangkan tahun lalu juga telah melakukan penyerahan atau pentasyarufan kepada 24.780 orang dan 169 lembaga yang tersebar lewat beberapa program. Di antaranya yakni Jogja Sejahtera, Jogja Cerdas, Jogja Sehat, Jogja Taqwa, dan Jogja Peduli dengan nominal senilai Rp5,936 miliar.
“Pentasyarufan terbesar ada pada program Jogja Peduli dengan nilai Rp2,1 miliar [36,67 persen] dan disusul oleh program Jogja Cerdas sebanyak Rp1,9 miliar [33,19 persen],” ungkap dia.
Dia juga menambahkan bahwa di masa pandemi Covid-19, Baznas Kota Jogja juga berperan dalam upaya penanggulangan dampak pandemi. Adapun penyaluran dana khusus untuk tanggap Covid-19 yakni Rp2 miliar lebih yang disalurkan untuk paket vitamin dan makanan bagi pasien Covid-19 dan sebagainya.
Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengatakan peran BAZNAS Kota Jogja lewat penyaluran zakat, infak, sedekah dan DSKL diharapkan bisa menjadi sebuah kerja sama yang positif bagi pembangunan di wilayah setempat. Program-program berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat maupun dalam pengentasan kemiskinan harus sejalan dengan upaya Pemkot.
“Apalagi di masa pandemi Covid-19 yang sekiranya ada program-program pemerintah yang belum tepat sasaran atau malah belum tersentuh ke masyarakat, sehingga peran Baznas kami harap bisa berperan,” ujar Heroe.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
Casemiro dipastikan tampil saat Manchester United menghadapi Nottingham Forest dalam laga kandang terakhirnya di Old Trafford.
Kemenag menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H malam ini. Iduladha 2026 diperkirakan jatuh pada 27 Mei.
Waspada Wangiri Fraud, modus missed call internasional yang bisa menguras pulsa dan membuat tagihan telepon membengkak.
Jepang, Uzbekistan, China, dan Australia lolos ke semifinal Piala Asia U-17 2026 usai melewati laga dramatis di perempat final
PSIM Jogja menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung malam ini. Tim tamu datang dengan tekanan besar dari ancaman degradasi.