Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Butet Kartaredjasa. /Okezone-Dimas
Harianjogja.com, JOGJA-Seniman asal Jogja Butet Kartaredjasa belum lama ini membagikan kenangan tentang almarhum ayahnya, Bagong Kussudiardja dan adiknya Djaduk Ferianto. Butet mengunggah foto lawas keduanya yang sedang tertidur di kereta.
Foto itu hitam putih. Tampak Bagong dan Djaduk sedang tertidur pulas di kursi kereta. Bagong menyandarkan tubuhnya ke kursi, sementara kepala Djaduk bersandar ke pundak sang ayah. Butet memberikan judul untuk postingannya dengan "Keduanya Tertidur".
Butet menceritakan saat itu, tahun 1978, Bagong dan Djaduk yang tak lain adalah adik bungsunya itu tertidur di kereta api Senja Utama jurusan Jogja-Jakarta untuk berangkat mementaskan Tari Pesta Desa.
"Itulah sepur mewah saat itu. Rasanya udah boleh mbagusi kalau naik senja utama," tulis Butet.
Namun saat ini, ayah dan adiknya itu tidak hanya tidur di kereta, Keduanya benar-benar sudah lelap dalam tidur panjangnya.
Baca juga: Kegiatan Seni di DIY Mulai Menggeliat
"Tapi, sayangnya sekarang keduanya udah bener2 keterusan tidur. Tidur gak bangun2. Tidur yang abadi. Sumangga Gusti," doa Butet untuk dua orang kesayangannya.
Postingan itu langsung mendapat beragam komentar dan disukai 4.064 akun. Warganet banyak yang mendoakan agar keduanya mendapatkan tempat terindah di sisi Tuhan. Beberapa akun juga mendoakan Butet untuk tetap sehat dan semangat dalam berkarya.
"Sudah pada bobok ganteng di pangkuan Allah Bapa," tulis @dyahasmarita.
"tetep semangat dan berkarya mas Butet," tulis @kurniawanpipik.
"semangat pak butet," timpal @ganeshairtap.
Bagong Kussudiardja tutup usia pada 15 Juni 2004. Sementara Djaduk Ferianto meninggal dunia 13 November 2019 karena serangan jantung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Instagram
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.