Industri Pariwisata Jogja Didorong Kelola Sampah Secara Mandiri
Dinas Pariwisata (Dinpar) Kota Jogja mendorong pelaku industri pariwisata untuk mengelola sampah yang dihasilkan dari kegiatan usahanya secara mandiri
Suasana peresmian Omah Mengaji di wilayah Rukun Tetangga 46 Nitikan, Sorosutan, Umbulharjo, Jogja, Minggu (28/11/2021). (ist/UAD)
Harianjogja.com, JOGJA—Warga Rukun Tetangga (RT) 46 Nitikan, Sorosutan, Umbulharjo, Jogja mendirikan Omah Mengaji. Hal ini sebagai respons pentingnya penanaman nilai agama di tengah berkembangnya era modern.
Sedikit banyak, modernisasi memengaruhi perkembangan pola pikir generasi penerus bangsa. Ada pergeseran nilai religi yang kian marak terjadi. Terlebih dengan adanya pandemi Covid-19 yang mengharuskan mereka belajar secara mandiri dari rumah.
Omah Mengaji merupakan ruang kegiatan penguatan nalar yang meliputi pemahaman baca Al-Qur’an dan internalisasi nilai-nilai religius. Pendirian Omah Mengaji berasal dari kerja sama warga RT 46 dan mahasiswa KKN Tematik Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Teknik Industri Unit I.A.2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
Dalam peresmiannya, Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Jogja, di wilayah RT 46 Nitikan, Sorosutan, Umbulharjo, Jogja, Minggu (28/11/2021) Indaruwanto Eko Cahyono turut hadir. “Pentingnya penguatan nalar dan intelektualitas bernuansa Islami pada anak-anak, sehingga di masa yang akan datang dapat tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang tidak hanya memiliki kuantitas, namun juga berkualitas,” kata Indaruwanto seperti dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Jumat (28/1/2022).
Selain peresmian Omah Mengaji, ada pula rangkaian kegiatan lain berupa cek kesehatan (tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol), senam sehat ceria, serta penampilan para santri berupa Murajaah Al-Qur’an Juz 30.
Kemeriahan acara tidak mengurangi ketaatan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan. Lantaran masih di masa pandemi Covid-19, seluruh warga menggunakan masker serta hand sanitizer. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pariwisata (Dinpar) Kota Jogja mendorong pelaku industri pariwisata untuk mengelola sampah yang dihasilkan dari kegiatan usahanya secara mandiri
Cek rute Trans Jogja aktif dan tarif terbaru 2026. Pembayaran bisa memakai QRIS, GoPay, kartu elektronik, hingga kartu pelajar.
Ramalan zodiak 13 Agustus 2026 untuk asmara, karier, dan keuangan. Ada 5 zodiak yang rentan bosan dengan pasangan. Simak prediksi lengkapnya di sini
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah di DIY cerah pada Kamis 13 Agustus 2026. Bantul berpotensi berawan, sementara Kota Jogja terpanas.