Anggaran DIY Tertekan, Sultan HB X Fokuskan Program yang Berdampak Besar
Pendapatan transfer DIY dalam RAPBD Perubahan 2026 turun Rp583,77 miliar. Sultan HB X menegaskan program berdampak besar tetap menjadi prioritas.
Ketua Komisi D DPRD Kota Jogja, Darini saat ditemui di Kemantren Kraton, Jumat (10/10/2025). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA - DPRD Kota Jogja mendorong penguatan mitigasi bencana sejak tahap awal untuk meminimalkan risiko dan kerugian yang mungkin terjadi. Upaya ini dinilai penting agar masyarakat dan pemerintah siap menghadapi berbagai potensi bencana yang ada di wilayah perkotaan.
Ketua Komisi D DPRD Kota Jogja, Darini, mengatakan bahwa penanggulangan kebencanaan tidak seharusnya hanya dilakukan saat bencana terjadi. Menurutnya, langkah mitigasi sejak dini menjadi kunci dalam mempercepat koordinasi dan penanganan di lapangan.
“Penanggulangan kebencanaan itu sangat diperlukan sekali karena mitigasi awal. Jadi kita jangan hanya menunggu di saat ada bencana baru kita melakukan. Sebelum bencana datang, kita harus belajar bermitigasi seperti apa, koordinasinya bagaimana, penyelesaiannya seperti apa,” ujar Darini, Jumat (10/10/2025).
Ia menambahkan bahwa setiap wilayah memiliki karakteristik dan permasalahan berbeda, sehingga penanganan bencana juga perlu memperhatikan kearifan lokal. Salah satu bentuk mitigasi yang didorong adalah pelatihan untuk relawan seperti Kelurahan Tangguh Bencana (KTB) dan Keluarga Tangguh Bencana (Katana) agar lebih siap saat bencana terjadi.
“Intinya bagaimana supaya koordinasi itu dimulai dari persiapan untuk pelatihan teman-teman dari Katana dan KTB. Saat bencana hadir, mereka sudah tidak gagap lagi,” jelasnya.
Meski Kota Jogja relatif jauh dari potensi bencana seperti erupsi gunung berapi, kawasan permukiman padat dinilai memiliki risiko tertentu. Salah satunya adalah keberadaan pohon-pohon besar di lingkungan permukiman yang bisa menimbulkan bahaya jika tidak ditangani dengan benar.
“Misalnya bagaimana kita menebang pohon supaya tetap ramah lingkungan, tidak mengganggu rumah dan sebagainya. Itu juga harus dilatih,” kata Darini.
Ia juga menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat agar penanganan bencana tidak justru merusak lingkungan sekitar. “Masyarakat harus disosialisasikan, tahu, jadi kalau menyelesaikan bencana tidak terus merusak. Misalkan ada persoalan kita selesaikan tetapi jangan merusak lingkungan atau rumah di sekitarnya,” tegasnya.
Darini menyebut bahwa aktivitas relawan dan masyarakat sudah cukup aktif. Namun, komunikasi perlu diperkuat secara rutin, tidak hanya ketika bencana terjadi.
“Komunikasi harus intens, tidak hanya saat ada bencana. Di luar itu kita perlu berkumpul, berbicara tentang pelatihan-pelatihan itu secara rutin. Dengan pencegahan preventif yang baik dan persiapan matang, saya pikir penyelesaiannya juga akan baik,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendapatan transfer DIY dalam RAPBD Perubahan 2026 turun Rp583,77 miliar. Sultan HB X menegaskan program berdampak besar tetap menjadi prioritas.
Bulog mengingatkan penerima tidak menjual beras bantuan pemerintah. Bantuan pangan Oktober-Desember 2026 juga direncanakan kembali disalurkan.
Mengenang konser Guruh Gipsy di Synchronize Fest 2025 yang menjadi penampilan pertama dan terakhir Guruh Sukarnoputra bersama personel asli.
Timnas Indonesia menang 2-0 atas Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda selanjutnya menghadapi Malaysia dan Bangladesh di Grup A.
Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Guruh Soekarnoputra yang meninggal pada usia 73 tahun di Jakarta.
Menaker Yassierli mendorong generasi muda memperkuat kompetensi, reskilling, upskilling, dan kemampuan adaptasi menghadapi perubahan dunia kerja.