OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Bus pariwisata yang menabrak Bukit Bego, Bantul, Minggu (6/2/2022)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL--Sebanyak 24 korban luka akibat kecelakaan tunggal bus pariwisata di ruas Jalan Imogiri-Dlingo, Dusun Kedungbuweng, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul pada Minggu (6/2/2022) siang, saat ini masih dirawat di sejumlah rumah sakit.
"Fiks jumlah korban meninggal ada 13 orang nama-namanya juga sudah teridentifikasi, kemudian jumlah korban luka ini masih dirawat di tiga rumah sakit termasuk rumah sakit rujukan ada 24 orang," kata Kepala Polres Bantul AKBP Ihsan saat konferensi pers terkait perkembangan penanganan kecelakaan bus pariwisata di Bantul, Senin (7/2/2022).
Kapolres mengatakan, dari 24 korban luka yang masih dirawat itu, empat orang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul, 11 orang di RS PKU Muhammadiyah Bantul, dan enam orang di RS Nur Hidayah Bantul.
"Kemudian di beberapa rumah sakit yang menjadi rujukan, karena memang fatalitasnya ataupun dampak dari luka tersebut harus dirujuk ke rumah sakit yang ada di daerah Kota Jogja," katanya.
BACA JUGA: Yusuf Mansur Digugat Rp98,7 Triliun, Berikut Jadwal Sidangnya!
Kapolres mengatakan, total ada 34 orang yang mengalami luka akibat bus pariwisata yang ditumpangi itu menabrak tebing di wilayah Bukit Bego, namun sebagian korban luka pada Minggu (6/2/2022) malam sudah kembali ke rumah Sukoharjo, Jawa Tengah, karena luka ringan.
"Kami antar juga ada beberapa orang, jadi kami siapkan kendaraan bekerja sama dengan pemerintah daerah, beberapa korban yang memang cuma luka ringan kemudian bisa menjalani rawat jalan dan langsung pulang kami antar ke wilayah Sukoharjo," katanya.
Dengan demikian, kata dia, saat ini masih ada korban luka yang dirawat, dan pihak rumah sakit akan maksimal sesuai dengan perintah Bupati Bantul akan maksimal memberikan pelayanan dengan didukung penuh oleh Jasa Raharja.
Kapolres juga mengatakan, untuk 13 korban meninggal dunia hingga Minggu sekitar pukul 22.00 WIB, kepolisian telah berhasil mengidentifikasi seluruh korban, setelah sebelumnya empat orang diantaranya belum teridentifikasi karena saat penanganan di rumah sakit tidak membawa identitas.
"Setelah kami identifikasi selanjutnya kami kawal menuju Sukoharjo menggunakan 13 ambulans. Dan informasi dari Sukoharjo sudah dimakamkan, termasuk juga santunan yang diberikan oleh pihak Jasa Raharja," katanya.
Kecelakaan itu berawal saat bus pariwisata dengan 47 penumpang asal Sukoharjo, Jawa Tengah tersebut melaju dari arah timur ke barat atau dari Hutan Pinus Mangunan ke Imogiri melewati ruas Jalan Imogiri-Dlingo yang merupakan jalur wisata pada Minggu (6/2/2022) sekitar pukul 13.30 WIB.
Akan tetapi saat di turunan Bukit Bego, bus melaju tidak terkendali dan menghindar ke kanan karena ada mobil yang melaju pelan searah di depannya, karena bus oleng tidak terkendali maka menghantam tebing di utara jalan hingga ringsek pada bagian depan dan samping.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
BTS dipastikan konser di GBK Jakarta 26–27 Desember 2026 dalam tur dunia ARIRANG dengan tiket mulai Rp1,8 juta.
Arema FC dan PSIM Jogja rilis susunan pemain jelang laga BRI Super League 2025-26 di Stadion Kanjuruhan Malang.
BPBD Bantul bersiap hadapi kekeringan dampak El Nino pada Juni 2026. Simak mekanisme bantuan air bersih dan alokasi anggaran tangki air di sini.
YellowKey ditemukan mampu membobol enkripsi BitLocker di Windows 11 tanpa kata sandi. Peneliti menduga adanya backdoor yang sengaja ditanamkan Microsoft.
MORAZEN Yogyakarta kembali menjalankan program MORA Impact sebagai bagian dari komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG)