Advertisement

Ini Kata-Kata Terakhir Sopir Bus Wisata Sebelum Kecelakaan Maut di Bukit Bego Bantul

Ujang Hasanudin
Senin, 07 Februari 2022 - 16:22 WIB
Budi Cahyana
Ini Kata-Kata Terakhir Sopir Bus Wisata Sebelum Kecelakaan Maut di Bukit Bego Bantul Bangkai bus Santoso Abadi yang menabrak tebing Bukit Bego, Bantul, Minggu (6/2/2022). - Harian Jogja/Ujang Hasanudi

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Sopir bus wisata yang mengalami kecelakaan di Bukit Bego, Jalan Imogiri Mangunan, Bantul, melontarkan kata-kata terakhir yang ditujukan kepada penumpang sebelum bus yang dia kemudikan menabrak tebing dan menewaskan 13 orang.

Kapolres Bantul AKBP Ihsan mengatakan bus wisata Gandos Abadi dengan nomor polisi AD 1507 EH tersebut dikemudikan oleh Feriyanto, 35, penduduk Surakarta. Kapolres mengatakan Feriyanto termasuk dalam 13 korban meninggal dunia. Bus mengangkut 47 orang rombongan family gathering perusahaan konfeksi dari Sukoharjo, Jawa Tengah.

BACA JUGA: Ini Identitas 13 Korban Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Maut di Bukit Bego Bantul

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Salah satu penumpang yang selamat, Danarto, 38, menceritakan detik-detik terakhir sebelum bus menabrak tebing Bukit Bego.

Penduduk Pundungsari RT 3/RW 2, Mranggen, Pulokerto, Sukoharjo, Jawa Tengah itu duduk tepat di samping sopir. Danarto duduk kursi tambahan sehingga mengetahui persis saat bus menabrak Bukit Bego. 

“Waktu benturan saya terlempar dari bus,  masuk selokan,” katanya saat ditemui di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul, Senin (7/2/2022) pagi. 

Dengan luka bagian kepala,  kaki,  tangan dan punggung, Danarto masih bisa merayap mencari kedua anaknya di dalam mobil. Danarto kemudian menemukan kedua anaknya Elsa Ramadani, 12, dan Aliya Dwi Oktavia, 7. Dia lantas mencari istrinya, Sri Rahayu, 35, yang duduk di bangku tepat belakang sopir. “Istri saya juga terlempar keluar bus,” ungkap Danarto.

Keluarga kecil Danarto lolos dari maut, tetapi menderita luka-luka. Keempatnya dirawat di PKU Muhammadiyah Bantul.

Ia mengatakan saat naik di Tebing Breksi dan Puncak Becici bus sudah mengalami masalah. Bahkan setelah dari Puncak Becici di Jalan Mangunan, bus tak kuat melewati jalan menanjak. Mesinnya pun mati. Di tengah tanjakan, semua penumpang turun. Kenek harus memberikan pengganjal di roda agas bus tak melorot. Mesin bus kembali menyala dan berhasil mengatasi tanjakan. Semua penumpang kembali naik dan dan melanjutkan perjalanan.

Advertisement

Menurut Danarto, sopir sempat berbicara kepada kenek dan menduga bus mengalami masalah. Filternya kotor. Namun, si sopir tetap meminta penumpang untuk tidak panik.

Bus kemudian melewati Jalan Mangunan Imogiri.  Di jalanan menurun, awalnya bus melaju biasa.  Namun di tikungan Bukit Bego, sopir terlihat panik dan memainkan perseneling. Bus berjalan di gigi tiga. Setelah itu, bus oleng ke kanan dan ke kiri.

“Bus melaju kencang, mungkin remnya blong,  kemudian brukkkk, menabrak tebing,” kata Danarto. 

Advertisement

BACA JUGA: Kapolres Bantul Sebut Bus yang Kecelakaan di Bukit Bego Tak Kuat Menanjak di Mangunan

Menurut dia, sopir bus membanting setir ke kanan dan menabrakkan bodi bus ke tebing karena di depan ada truk pengangkut pasir. Jika sopir tak banting setir ke kanan, bus bisa manabrak truk.

Sri Rahayu, istri Danarto mengatakan sebelum bus menabrak tebing Bukit Bego, penumpang sudah panik dan meneriakkan nama Tuhan. “Sopir enggak bilang apa-apa. Tapi penumpang pada teriak Allahuakbar Alahuakbar setelah itu brukkk, langsung menabrak tebing,” ungkap Sri Rahayu.

“Saya ikut terlempar ke luar bus.”

Advertisement

 

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kejari Purwokerto Tangkap Buronan Kejati Maluku Utara

News
| Kamis, 29 September 2022, 03:37 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement